
KAMPUNGBERITA.ID
Pembangunan Jalan Radial Road sepanjang 2,6 kilometer yang menghubungkan Jalan Mayjen Jonosewoyo dengan Jalan Lontar di Surabaya Barat disebut-sebut menghabiskan total anggaran Rp 3,8 miliar.
Jalan itu difungsikan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas yang diakibatkan oleh besarnya volume kendaraan di Jalan Raya Lontar.
Pembangunan jalan di kawasan Citraland dan Pakuwon tersebut
dinilai membawa manfaat dan keuntungan besar bagi pengembang, namun bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya masih dipertanyakan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud. Dia menegaskan, jalan tersebut memang mempercepat akses keluar-masuk warga Citraland. Selama ini warga terpaksa menggunakan Jalan Raya Lontar yang merupakan jalan umum dan kerap macet. “Jadi, Pemkot mengorbankan APBD untuk membangun jalan itu. Sekarang satu sisi sudah jadi, pengembang sudah promosikan apartemen, rumah sakit, kondominium, mal dan lain sebagainya. Semua sudah dipromosikan. Inilah keuntungan yang diraih pengembang dengan adanya jalan tersebut,” ujar Machmud, Selasa (21/7/2026).
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 ini mengakui ada potensi PAD yang bisa masuk ke kas Pemkot dari kawasan baru tersebut cukup tinggi. Potensinya antara lain pajak parkir dari mal, pajak rumah sakit, pajak restoran dan food court, serta retribusi lainnya. “Kalau dihitung dari situ iya. Ada mal ada pajak parkir, ada rumah sakit kena pajak, ada rumah makan kena pajak dan retribusi,” jelas dia.
Namun, mantan jurnalis ini menyoroti aspek keadilan pembangunan. Dia membandingkan dengan kondisi di wilayah barat Surabaya, tepatnya di Terminal Manukan ke timur. Di sana terdapat ‘jalan kembar’ yang buntu.
“Kalau bicara keadilan kebangkitan ekonomi, mestinya itu tinggal nembus sedikit saja sudah sampai ke Patung Kuda Darmo Indah. Tapi tidak dilakukan. Apakah karena ini Manukan beda dengan Citraland?” tanya dia.
Menurut politisi senior Partai Demokrat ini, Pemkot perlu bersikap adil agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menguntungkan kawasan tertentu, tetapi juga merata untuk menggerakkan ekonomi di seluruh wilayah Surabaya. KBID-BE

