
KAMPUNGBERITA.ID – Ratusan warga RW 1 Kelurahan Gunungsari, Surabaya menggelar karnaval dalam rangka meperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Meski digelar sederhana, karnaval yang diikuti ratusan warga termasuk ibu-ibu dan anak-anak berjalan cukup meriah.
Kostum para pejuang maupun seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikenakan peserta menambah kemeriahan karnaval yang digelar Sabtu (10/11) sore tersebut. Karnval keliling kampung tersebut selain bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus, juga sebagai ajang napak tilas para pejuang saat mempertahankan kemerdekaan dari penjajah 73 tahun silam.

Dimana, Gunungsari merupakan salah satu basis perlawanan sengit para pejuang terhadap penjajah. Di Gunungsari juga, banyak pejuang menjadi korban lantaran perlawanan yang begitu gencar terhadap penjajah kala itu.
”Gunungsari salah satu kunci perlawanan di Surabaya, beruntung rakyat setempat berani mempertaruhkan nyawa untuk melawan penjajah, sehingga tidak bisa direbut saat itu,” ujar Muharjo sesepuh Tentara Republik Indonesi Pelajar (TRIP) atau yang karib disebut MASTRIP.
Menurut pria yang ikut bertempur mempertahankan kemerdekaan tersebut, Gunungsari memiliki sejarah yang cukup besar terhadap keberadaan Surabaya. merupakan pintu arek-arek Surabaya memperjuangkan kemerdekaan dari para penjajah kolonialisme.
Sementara saat menggerlar karnaval kemarin, sejumlah warga Gunungsari menyatakan, banyak cerita-cerita sejarah yang dituturkan para sesepuh kampung terkait keberadaan kampung Gunungsari. ”Napak tilas perjuangan ini harus dilestarikan, bahkan bila perlu tahun-tahun berikutnya digarap serius,” ujar salah satu warga. KBID-DJI

