KampungBerita.id
Headline Matraman Teranyar

Ribuan Santri Ponpes Al-Falah Kediri Suguhkan Keragaman Budaya Lewat Parade

Parade Budaya yang digelar ribuan santri ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kediri

KAMPUNGBERITA.ID – Keragaman budaya dan suku dari kalangan santri, dikemas dalam parade budaya. Inilah yang dilakukan 2.000 santri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri.

Mereka menggelar kirab parade, untuk menunjukkan budaya asal mereka masing-masing. Ada kesenian Dayak, Madura, Reog Ponorogo, hingga kesenian jaranan.

Meski acara itu digelar di bawah terik matahari, para santri tampak antusias. Telebih, acara itu disaksikan langsung para masyayikh pengasuh ponpes Al-Falah; KH Zainudin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli dan KH Fuad Mun’im.

Menurut Gus Dah, sapaan KH. Nurul Huda Djazuli, parade ini sudah yang ketiga kalinya dilakukan dalam setiap tahun. Terutama saat akan digelar haflah akhirussanah. Keberagaman budaya itu, lantaran mereka yang belajar di pondok yang berdiri tahun 1925 itu, beragam. Dari berbagai pulau di Indonesia dengan keragaman budaya.

“Santrinya dari mana mana. Mereka tampilkan budaya asal mereka,” terangnya.

Dengan parade budaya asal itu, diharapkan mereka tidak hanya bisa mengaji, tapi juga mengenal budaya mereka.

“Kalau kyai zaman dulu, tidak mengenal budaya-budaya seperti itu. Kenalnya hanya ngaji dan ngaji. Tapi sekarang, para kyai sudah membuka diri dengan menerima budaya-budaya yang ditunjukkan dalam parade ini,” jelasnya.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab Santri salah satu pilar yang menjaga NKRI.

“Tentunya dengan menampilkan keberagaman budaya ini, sedikit membantu kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI yang mempunyai keragaman budaya,” ujarnya.

Parade budaya yang diikuti sekitar 2.000 santri ini, kata Kapolresta juga menunjukkan rasa nasionalisme para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Banyaknya para santri yang ikut parade dengan menunjukkan budaya asal mereka merupakan tumbuhnya jiwa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya. KBID-KDR

Related posts

Tambah 80 Orang Positif Corona di Jatim, Surabaya Sumbang 44 Kasus

RedaksiKBID

Golkar Tagih Janji Pemkot Terkait Pembangunan RSUD Kawasan Surabaya Timur

RedaksiKBID

Ajak Bangun Wacana Positif, Ansor Jatim Minta Polemik Statement Menag Yaqut Diakhiri

RedaksiKBID