KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

Tawarkan Kader Sendiri di Pilwali Surabaya, PKS belum ‘Ngeh’ Gabung Koalisi Parpol

Ketua DPD PKS Surabaya, Akhmad Suyanto.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – DPD PKS Kota Surabaya masih belum menentukan sikap terkait arah koalisi partai dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang. Untuk saat ini, PKS masih tetap menawarkan lima kadernya yang sebelumnya masuk adlam Pemilihan Internal PKS. Kelima kader tersebut masing-masing Akhmad Suyanto, Reni Astuti, Ahmad Jabir, Zakaria, dan Sigit Sosiantomo.

Meski untuk mengusung calon walikota dan wakil walikota PKS harus menggandeng parpol lain lantaran jumlah kursi yang belum mencukupi, namun hingga kini belum ada sinyal akan mengarah kemana koalisi tersebut. Sementara saat ini, sejumlah parpol sudah menyatakan mendukung pencalonan mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Akhmad Suyanto mengatakan, hingga saat PKS Kota Surabaya masih bertahan dalam kesendiriannya. PKS masih menunggu instruksi dari DPW dan DPP untuk menentukan sikap.

“PKS kan sampai Maret mas. Itu kan sudah perintah,” cetus Akhmad Suyanto.

Namun lanjutnya, bukan berarti PKS berpangku tangan melihat semaraknya lobi politik partai di lain. Menurutnya, PKS sudah melakukan penjajakan ke beberapa partai selain PDIP.

“Ke koalisi MA (Machfud Arifin) kita sudah komunikasi. Kita sudah sampaikan, proses ini kan struktural. Ya kalau struktural maka kembali ke yang merintah DPD Surabaya, yaitu DPW dan DPP,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Yanto menyampaikan, kalau proses politik ini ingin dipercepat, pria asli Madura ini menyarankan untuk berkomunikasi langsung kepada yang memberi perintah DPD PKS Surabaya.

“Yang memberi tugas kan atasan. Kalau proses ini ingin dipercepat ya saya sarankan ke atasan kita DPP, gitu,” jelasnya.

Dia menambahkan, PKS hingga saat ini masih melakukan komunikasi dengan partai-partai lain. Misalnya ke Golkar, Nasdem dan PSI. “Yaitu, kita masih lobi-lobi dengan partai yang belum gabung,” tukasnya.

Yanto berharap, bisa bergabung dengan partai-partai lain. Namun kalau tidak maka PKS ingin mengajak Partai lain untuk membangun koalisi alternatif. “Kalau saya yang semuanya belum gabung, ya kita ajak bersama-sama biar bisa 17 kursi. Ya peluang (koalisi alternatif) masih ada karena mereka belum masuk ke MA,” tukas Yanto saat ditanya apakah PKS punya keinginan membentuk koalisi baru.KBID-NAK

Related posts

Niat Beli Burung, Warga Wiyung Surabaya Malah Curi Motor

RedaksiKBID

Gelar Tahlil Kubro, Muslimat Sidoarjo Ikrar Dukung Khofifah

RedaksiKBID

Puluhan Pelajar SMA Berlayar Bersama KRI Dewa Ruci

RedaksiKBID