KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Kunjungi Balita Hydrosephalus, Wabup Sidoarjo Tawarkan Bantuan Medis

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat mengunjungi Fatimah Azzahra di Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong.

KAMPUNGBERITA.ID – Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengunjungi Fatimah Azzahra (4 tahun) yang menderita sakit Hydrosephalus di Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong. Didampingi Kepala Dinas Sosial Kab Sidoarjo Yusuf Isnajanto, Wabup melihat langsung kondisi Azzahra dan merasa sangat prihatin.

Dia minta kepada Dinas Kesehatan dan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan Porong untuk mendampingi keluarga Azzahra, memberikan pengertian agar ayahnya Mubin mau merujuk anaknya ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pemkab Sidoarjo siap membantu memfasilitasi Ananda Azzahra untuk di rujuk ke RSUD Sidoarjo, melihat kondisinya memang harus dibawa ke rumah sakit”, kata Nur Ahmad Saifuddin.

“Sementara ini pihak keluarga masih belum memutuskan, keluarga masih memilih pengobatan alrernatif, saya harap pemerintah desa, kecamatan Porong dan Puskesmas Porong memberi perhatian serius kepada keluarga Azzahara”, ungkap Cak Nur sapaan akrab wakil bupati.

Wakil bupati dalam kunjungannya selain menawarkan bantuan penanganan medis juga menyerahkan santunan uang tunai kepada keluarga Azzahra

“Kami mewakili Pemkab Sidoarjo, menyerahkan sumbangan uang tunai dan sekaligus menawarkan serta berusaha memohon kepada keluarga agar berkenan menyerahkan penanganan kepada pihak Rumah Sakit dalam hal ini RSUD Sidoarjo agar dilakukan penanganan medis,” pungkas Wabup cak nur, setelah melakukan kunjungan.

Seperti diketahui, kondisi Fatimah Azzahra (4 tahun) yang menderita sakit Hydrosephalus kian memprihatinkan. Bocah berusia 4 tahun tersebut hanya tinggal bersama dengan Ayahnya Mubin dan dua saudaranya di Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong, kondisi Azzahra membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ayahnya, Mubin memilih pengobatan dengan cara alternatif untuk anaknya Azzahra, kondisi ekonomi membuat Mubin tidak bisa berbuat banyak. Meski pihak pemerintah desa mencoba membujuk Mubin agar anaknya dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan, Mubin masih tetap memilih pengobatan alternatif.KBID-TUR

Related posts

HGN 2021, Herlina Yakin Satu Guru Bisa Lahirkan Banyak Orang Hebat

RedaksiKBID

Diduga Sarat Kepentingan, Pengusaha Reklame Usulkan Perubahan Perda Reklame

RedaksiKBID

Bupati Bojonegoro Berangkatkan 71 Calon Jama’ah Haji

DJUPRIANTO