KampungBerita.id
Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Ingin Menang Pemilu 2024, Sarmuji: Golkar Harus Kerja Lebih Revolusioner

Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji. KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Sarmuji meminta kepada DPD Golkar Surabaya untuk merumuskan program-program kerja yang terukur guna memenangkan Pemilu 2024.

Menurut dia, Partai Golkar sudah harus membiasakan diri di partai ini yang biasanya tidak pasti.
“Tapi kita harus membiasakan langkah-langkah yang bisa kita ukur. Ini agar ketidakpastiannya itu bisa kita kurangi, “ujar dia, Minggu (13/3/2022).

Lebih jauh, Sarmuji menjelaskan, bahwa ciri politik memang ketidakpastian. Tapi apabila bisa menyusun program secara detil hingga ke bawah dan diukur dengan ukuran-ukuran yang jelas, Insya Allah ketidakpastiannya itu bisa berkurang.

“Menang memang tidak pasti. Apakah Golkar Surabaya bisa menang Pemilu 2024? Saya jamin tidak pasti. Tapi kalau kita merumuskan kerja-kerja organisasi, program- programnya lebih terukur, maka apa yg tadinya tidak pasti itu bisa kita dekati menuju kepastian,” ungkap dia.

Karena itu, lanjut Sarmuji yang juga anggota DPR RI Dapil Kediri Tulungagung, dan Blitar, Partai Golkar harus menyiapkan instrumen-instrumennya.
Apa yang mesti dilakukan oleh infrastruktur organisasi Partai Golkar? “Saya sudah sering bicara dengan Mas Toni. Ia bacaannya banyak, pergerakan di lapangan juga banyak dan juga aktivis, “ungkap dia.

Meski demikian, Sarmuji menyarankan kepada Toni untuk banyak membuka dan membaca buku yang sedikit- sedikit revolusioner. Di antaranya buku Antonio Gramsci, buku tentang revolusi di Argentina. “Apa yang bisa kita adopsi dari pemikiran Antonio Gramsci dan bisa kita terapkan di infrastruktur Partai Golkar, ” tandas dia.

Sarmuji mengaku, untuk menang pemilu di Surabaya dan Jatim tidak mudah. Karena akan menghadapi sesuatu yang hampir-hampir mustahil. Jadi harus kerja- kerja yang revolusioner, jika ingin menang Pemilu 2024.

Dia menegaskan, kalau kerja Partai Golkar sama dengan tahun lalu, sudah pasti akna kalah dari PDI-P. Apalagi PDI-P memiliki 15 kursi di DPRD Surabaya, sedang, Partai Golkar hanya 5 kursi.

“Kalau Golkar masih sama- sama bekerja dengan intensitas dan frekuensi yang sama, sudah jelas PDI-P yang menang. Makanya, Golkar harus kerja lebih detil, terukur, terorganisir dan lebih revolusioner dibandingkan sebelumnya,”tegas Sarmuji.

Infrastruktur Golkar, kata dia, adalah infrastruktur yang kata Antonio Gramsci adalah intelektual organik yang bisa mengubah di setiap daerah masing-masing teritorinya. Pengurus Kelurahan (PL)harus bisa mengubah keadaan di tingkat kelurahan masing-masing.Begitu juga pengurus kecamatan (PK) harus mengubah keadaaan di tingkat kecamatan masing-masing.

“Karena itu, infrastruktur kita harus bersambung dengan akar sosial di tempatnya masing- masing. Kalau ada pengurus kelurahan, sama lurahnya saja tidak kenal, ya jangan pernah berharap bisa berbuat sesuatu.
Kalau pengurus kelurahan dengan RW-nya saja tidak tahu, ya jangan harap kita bisa memenangkan pertarungan 2024. Itu sesuatu yang sangat muskil, ” beber dia.

Tapi kalau infrastruktur Partai Golkar paham terhadap masalah di tingkat kelurahannya, bisa mencarikan solusi, dan bersambung erat dengan tokoh masyrakat di tingkat kelurahannya, kara Sarmuji,
Insya Allah peluang Golkar untuk menang sangat mungkin terbuka.

Sarmuji menyatakan Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni, tentu tak bisa bekerja sendirian. Tim harus lengkap. Siapa komandan udaranya, siapa komandan daratnya atau siapa pangkostradnya. Seluruh tim juga harus bahu membahu, saling melengkapi, dan bersatu padu menuju satu titik, satu tujuan, dan satu motivasi yakni menang di Pemilu 2024. KBID-BE

Related posts

Menhub Pastikan Pembangunan Bandara Kediri segera Direalisasi

RedaksiKBID

Libur Nataru Pemkab Gelar Rangkaian Hiburan Untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

RedaksiKBID

Tahun Depan Mobil Listrik Mulai Beroperasi, Produksi Massal Bergantung Permintaan

RedaksiKBID