
KAMPUNGBERITA.ID-Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, Jumat (24/6/2022), mendapat kunjungan dari Pimpinan dan Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta. Tamu dari Ibu Kota ini mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang kini menjadi cagar budaya.
Di antaranya tempat kelahiran Bung Karno, Langgar Dukur Kayu, Pesarean Mbah Pitono, Sumur Tertua dan museum HOS T Cokroaminoto di kawasan Jalan Peneleh, Kecamatan Genteng.
“Ini salah satu objek informasi yang kita gali dari teman- teman Fraksi PDI- P DPRD Kota Surabaya adalah soal cagar budaya,” ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, Jumat (24/6/2022).
Meski memiliki banyak objek, dia menilai cagar budaya di Surabaya cukup terencana dan sistematis. Apalagi, Pemkot Surabaya ikut melestarikan dan merawat bangunan-bangunan kuno yang menjadi cagar budaya. Di antaranya, tempat kelahiran Bung Karno di Peneleh dan juga Langgar Dukur Kayu.
Rio yang juga anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta mengaku, pihaknya bisa melihat sekaligus merasakan suasana kebatinan. Bagaimana pun tempat ini sebagai ruang lingkungan Bung Karno dilahirkan.“Ternyata juga banyak objek cagar budaya yang lainnya di Surabaya ini,”ungkap dia.
Rio melihat keseriusan Pemkot Surabaya dalam melindungi bangunan-bangunan bersejarah. Apalagi, sudah ada peraturan daerah (Perda) nya. Menurut dia, ini sangat penting
dan bisa diadopsi oleh daerah-daerah lain, termasuk DKI Jakarta.
“Jejak- jejak sejarah itu penting untuk kita jaga dan kita lestarikan. Karena
bagaimana pun sejarah itu adalah jendela untuk melihat masa depan,”tandas Rio.
Untuk itu, dia mengaku pihaknya terilhami dan terinspirasi dengan pengelolaan kelestarian cagar budaya di Kota Surabaya.
Sementara anggota Fraksi PDI-P Kota Surabaya, Budi Leksono mengapresiasi kunjungan tamu dari Jakarta ke tempat- tempat sejarah yang kini jadi cagar budaya di Kota Surabaya.
“Alhamdulillah, dan luar biasa teman-teman Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta ini,” ujar Budi Leksono yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Selama mendampingi tamu dari Jakarta itu, Buleks, panggilan Budi Leksono, menceritakan tempat peninggalan sejarah yang ada di kota Surabaya.
Selain itu, lanjut dia, dirinya juga saling tukar pikiran tentang penanganan banjir, pengelolaan cagar budaya maupun pengelolaan sampah di Jakarta dan Surabaya.
“Ternyata mereka tertarik dan antusias tentang penanganan banjir dan pengelolaan sampah dan cagar budaya di Surabaya,” pungkas dia. KBID-BE
