
KAMPUNGBERITA.ID-DPC Partai Persatuan Pembangun (PPP) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih sosok pemimpin yang memiliki jiwa petarung demi kejayaan PPP di Pemilu 2029. Muscab yang diikuti 31 PAC se- Surabaya di Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya, Sabtu (18/4/2028) dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW PPP Jatim, Nur Hasan S.Pd.I.M.Si, mewakili Ketua DPW PPP Jatim, Arif Winarko.
Muscab dengan tema: “Transformasi PPP Untuk Indonesia, Perkuat Solidaritas Partai Wujudkan Kemenangan di Pemilu 2029″ kali ini dihadiri sejumlah partai politik (parpol), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, dan Bakesbangpol Kota Surabaya.
Nur Hasan menyebut, Muscab di Surabaya menjadi muscab ke dua setelah Kabupaten Tuban yang digelar pada 15 Maret 2026. Untuk itu, dia berharap sebagaimana arahan Ketua Umum PPP, bahwa Musyawarah Wilayah (Muswil) maupun Musyawarah Cabang (Muscab) menjadi sebuah miqat atau ajang pemurnian niat untuk menciptakan atau mengkristalisasi sebuah perjuangan. Artinya, momentum ini untuk menyatukan persepsi, menyatukan niat dalam rangka menggelorakan semangat PPP kembali lagi ke Senayan.
Dia mengaku, untuk mewujudkan itu tentu harus menghindari berbagai perbedaan pendapat. Jadi Muscab harus sudah menjadi satu pendapat yaitu memastikan bahwa Ketua Umum PPP adalah H. Muhammad Mardiono dan Arif Winarko sebagai Ketua DPW PPP Jatim.
Soal calon Ketua DPC PPP Kota Surabaya yang terpilih nanti, Nur Hasan menegaskan, siapapun calon yang terpilih harus memenuhi beberapa persyaratan penting di dalam verifikasi faktual, mengingat PPP tidak punya kursi di Senayan (DPR RI). Sebagaimana Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022, bahwa PPP harus melaksanakan verifikasi faktual sebagaimana parpol lain. Tentu PPP harus bisa memenuhi persyaratan administratif tersebut. Verifikasi harus terpenuhi 100 persen kepengurusan di tingkat provinsi, kemudian 75 persen di tingkat kabupaten/kota, dan 50 persen harus terpenuhi kepengurusan di tingkat PAC (tingkat kecamatan). “Ini bukan tugas yang gampang, menyiapkan 31 PAC dan kantornya,” tambah dia.
Apalagi, lanjut dia, nanti harus mencari petarung-petarung yang andal. Bahkan, dia menginginkan tiga anggota DPRD Kota Surabaya, Muhaimin, Buchori Imron, dan Agus Mashuri bisa tampil lagi untuk kesekian kalinya. Sebab mereka ini adalah aset penting dan harus mendapatkan posisi prioritas pada Pemilu 2029. Kalau tidak bisa menambah perolehan kursi, setidaknya bisa mempertahankan tiga kursi yang diduduki di DPRD Kota Surabaya.
“Mudah-mudahan pada Pemilu 2029 lebih dari tiga kursi, syukur-syukur kalau bisa dapat satu fraksi (4-5 kursi),”tandas dia.
Nur Hasan menyampaikan bahwa pertarungan di Surabaya pada Pemilu 2029 cukup ketat. Karena pemilih di Surabaya adalah pemilih beneran.Artinya penyimpangan dan manipulasi itu kecil, meski di mana-mana pasti ada. Beda dengan pertarungan di daerah Mataraman dan Madura Raya. Karena itu, DPC PPP Kota Surabaya harus membangun struktur mulai dari DPC, PAC hingga Ranting. Ini sebagai modal dasar bahwa partai ini punya mesin politik. Selain itu, mereka ini harus didoktrinasi agar menjadi kader yang militan. Sehingga tidak tergoda jika diiming-imingi oleh parpol lain.
Lebih jauh, Nur Hasan menegaskan, jika PPP ingin kembali menjadi partai besar, maka jangan menjadi partai eksklusif yang tertutup. PPP harus segera berbenah dan harus membuka diri menjadi partai inklusif. Jadi semua elemen tidak hanya hitam, putih, merah, hijau, semua harus dirangkul dan diwadahi. Jangan terjebak pada namanya ‘terhipnotis’ dengan kejayaan-kejayaan masa lalu. “Kita juga harus mengikuti sistem ketatanegaraan yaitu pemilihan langsung. Ini efeknya besar. Kalau tidak PPP akan tertinggal dari partai lain,” ungkap dia.
Lebih jauh, dia menyatakan, PPP sebenarnya memiliki aset penting, yakni pondok-pondok pesantren, kiai-kiai khos dan lain sebagainya. “Tokoh-tokoh santri dan kiai harus dirangkul. Selain didoakan, minta dukungan juga penting. Karena kalau meninggalkan kiai dan pesantren, PPP pasti hanya akan tinggal nama karena sudah keluar dan menyimpang dari ruh tujuan PPP, “ungkap dia.
Untuk itu, dia meminta, selain nanti memperkuat konsolidasi internal, yakni konsolidasi pengurus dari tingkat DPC sampai tingkat ranting seluruh Surabaya, juga jangan lupa mohon doa restu dan merangkul semua ponpes di Surabaya.
Selain itu, lanjut dia, memanfaatkan media sosial (medsos) juga cukup penting. Kalau orang sudah tidak familiar dan tidak terbuka dengan media sosial (medsos) dipastikan akan menjadi orang yang ketinggalan informasi. Makanya, jangan sampai setiap hari orang tidak membicarakan PPP. Perkara jelek atau baik yang penting PPP dibicarakan oleh ibu-ibu dan anak-anak, terutama remaja. “Jangan sampai PPP dijadikan bahan omongan di luar bahwa PPP itu adalah partainya orang tua,” ucap dia.
Untuk itu, Nur Hasan mengajak semua kader untuk merangkul generasi muda dengan memberikan wadah untuk kegiatan sosial budaya dan lain sebagainya. “Ini penting. Jangan sampai masyarakat tidak membicarakan PPP di medsos,” imbuh dia.

Calon Tunggal
Sementara Muscab yang dihadiri 31 PAC se-Surabaya, peserta akan menentukan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan DPC PPP Kota Surabaya periode 2026–2031.
Terkait nama-nama calon ketua, Muhaimin ketika dikonfirmasi menyebut jika dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang diajukan.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” pungkas dia.
Sementara kader senior PPP Surabaya, Buchori Imron menjelaskan mekanisme pemilihan calon ketua DPC PPP Kota Surabaya periode 2026-2031. Menurut dia, Muscab ini hanya untuk memilih formatur. Nantinya akan dipilih empat formatur dari PAC, DPC (1 orang), DPW (1 orang), dan DPP (1 orang). Jadi total formatur berjumlah tujuh orang. ” Jadi tim formatur yang beranggotakan tujuh orang akan menyusun kepengurusan DPC PPP Kota Surabaya 2026-2031. Misalnya, ketuanya siapa, sekretarisnya siapa dan seterusnya. Kemudian susunan pengurus tersebut diajukan ke Jakarta (DPP). Kalau Jakarta setuju, maka segera diturunkan SK. Tapi sebaliknya, jika Jakarta masih menyatakan tanda tanya kepada pengurus-pengurus yang diajukan tim formatur, ya tentu nanti ada perubahan,” pungkas dia.
KBID-BE
