KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

BKKBN Jatim Bahas Strategi Percepatan Penurunan Stunting dengan Lintas Sektor

Ilustrasi KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lndonesia. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 prevalensi stunting nasional, yaitu 24,4 persen. Sedangkan prevalensi stunting Jawa Timur sebesar 23,5 persen.

Angka tersebut masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen. Karena itu, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Angka prevalensinya ditargetkan dapat diturunkann menjadi 14 persen pada 2024.

Guna mendapatkan langkah-langkah strategis Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) di Jawa Timur, Perwakilan BKKBN Jatim menggelar Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Perwakilan BKKBN Jatim, Senin (21/3/2022). Kegiatan ini dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, OPD di lingkungan Pemprov Jatim serta lintas sektor terkait lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra Maria Ernawati menuturkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Sosialisasi RAN PASTI pada 2 Maret 2022. “Sesuai arahan Ibu Gubernur bahwa percepatan penurunan stunting diperlukan analisis situasi yang cermat, agar Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting yaitu Kepala Bappeda tersupport oleh data yang lengkap, dan seluruh Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) harus bisa masuk kedalam RKPD agar memiliki cantolan anggaran,” jelas dia.

Pada sesi diskusi, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Jatim, Kukuh Tri Sandi memaparkan beberapa strategi percepatan penurunan stunting di Jatim.

“Beberapa hal kunci dalam menurunkan stunting yaitu mengoptimalkan sistem monev terpadu, komitmen Gubernur serta Bupati/Wali Kota terkait penurunan stunting, mendapatkan data akurat dengan sasaran yang jelas, pemberdayaan masyarakat melalui dana desa, memberikan sistem insentif bagi daerah dengan kinerja terbaik, peningkatan peran aktor non pemerintah atau SUN Network serta adanya risetnya dan inovasi daerah,” pungkas dia. KBID-BE/KOM

Related posts

Optimis Surabaya jadi Pasar Potensial, Patriots Grup Buka GWM Pangsud Surabaya

RedaksiKBID

Elpiji Ngowos, Satu Rumah di Balongbendo Ludes Terbakar

RedaksiKBID

HUT TNI ke-74, Pangdam V/Brawijaya Ingatkan Bahaya Kejahatan Cyber

RedaksiKBID