
KAMPUNGBERITA.ID
Menutup akhir tahun 2026, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) telah menyiapkan acara spesial “Darderdor Kebun Binatang Surabaya”. Acara ini digelar mulai 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Menariknya, untuk event tersebut manajemen PDTS KBS akan menghadirkan sejumlah artis kondang Jatim. Di antaranya, penyanyi asal Kediri, Niken Salindri, yang dikenal melalui video viral menyanyikan lagu “Mangku Purel” versi campursari. Kehadiran Niken diharapkan menjadi magnet bagi pengunjung selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta mengatakan, sejumlah event yang digelar manajemen PDTS ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung, baik dari Surabaya sendiri maupun dari luar daerah atau bahkan manca negara. “Akhir tahun kan libur panjang. Saya optimistis pengunjung KBS akan membludak, “ujar dia, Senin (1/12/2025) sore.
Soal target pengunjung, Yuga belum bisa menjawab secara pasti. Tapi dipastikan targetnya naik 100 persen dari weekend biasanya. “Ya, saya rasa targetnya 100 persen dari jumlah pengunjung di akhir pekan biasanya, mengingat libur Nataru cukup panjang.Apalagi ada event Darderdor,“ungkap dia.
Meski diyakini pengunjung bakal membludak, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini memastikan tidak ada kenaikan tarif selama event berlangsung. Tiket masuk tetap Rp 15.000 per orang. “Tidak ada kenaikan harga tiket. Saya sudah konfirmasi ke manajemen,” tandas dia.
Sementara untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, lanjut dia, pihak KBS telah menyiapkan berbagai langkah teknis. Mulai jalur evakuasi, tenaga kesehatan, dan persiapan lainnya yang telah disiapkan oleh pihak KBS.
Terkait lahan parkir kendaraan yang terbatas, Yuga menegaskan untuk kesiapan lahan parkir pihak KBS juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk memanfaatkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).”Termasuk nanti masuk-masuknya dari mana ini benar-benar sudah dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya,” tambah dia.
Ditanya soal pengamanan di KBS saat libur panjang Nataru nanti, Yuga menyampaikan pihak KBS tentu akan melibatkan aparat dari kepolisiaan maupun Satpol PP untuk pengamanan. “Biasanya teman-teman KBS ini di momen-momen liburan Nataru akan menambah personel untuk membantu pengamanan selama seminggu,” tandas dia.
Lebih jauh, Yuga mengungkapkan, tahun ini kinerja keuangan KBS hingga laporan terakhir Oktober 2025 menunjukkan peningkatan sangat baik. Bahkan, laba bersih mencapai Rp 6, 8 miliar. Jumlah tersebut berpotensi meningkat karena belum termasuk hasil hingga Desember. “Ini peningkatannya luar biasa dari tahun sebelumnya. Keuntungan KBS sudah menyentuh di angka Rp 6,8 miliar. Ini masih berjalan hingga Desember,” ungkap dia.
Selisih keuntungan KBS dibanding tahun lalu sudah berada di angka Rp 2-3 miliar. Ini menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah dikelola oleh dua direksi saat ini. “Jadi tanpa Direktur Utama dan Direktur Operasional, performa KBS menunjukkan pertumbuhan signifikan dan untung,”tandas dia.
Aktifkan Rumah Sakit Hewan
Yuga yang juga Ketua Pansus KBS mengatakan, pihak KBS ingin mengaktifkan kembali Rumah Sakit Hewan yang dulu lokasinya di Jalan Setail sempat bermasalah dan ini lagi proses penyelesaian. Kalau permasalah tersebut sudah klir, rumah sakit tersebut akan diperbaiki dan diaktifkan kembali. Menurut Yuga, ini penting karena kebun binatang di Indonesia Timur belum punya rujukan rumah sakit khusus hewan yang menangani. “Ini penting agar kebun binatang di Indonesia Timur ada rujukan rumah sakit khusus hewan bisa menangani banyaknya kebun binatang di Indonesia Timur,” tandas dia.
Setelah status hukum Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) nanti berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya, lanjut Yuga, mereka memang diizinkan untuk mengembangkan usaha. Misalnya, bekerjasama dengan Pemkab Mojokerto buka Rumah Sakit Hewan di Trawas, itu boleh. KBID-BE
