KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Dari Wiyung dengan Hati, Cak Sam Berbagi Harapan

 

Cak Sam (tengah) bersama timnya sedang mempersiapkan takjil untuk pengendara yang melintas di Jalan Raya Mastrip.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Sosok Samuel Teguh Santoso, SH, MH, MM, MPSi, pemilik usaha cuci mobil
di Wiyung, membuktikan bahwa bisnis bisa jadi sarana berbagi dan memberdayakan masyarakat.

Di bulan Ramadan, Cak Sam, sapaan akrab Samuel Teguh Santoso, bersama timnya rutin bagi takjil gratis kepada para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

Menariknya, menjelang akhir Ramadan, Cak Sam yang juga berprofesi sebagai lawyer ini menyiapkan 100 paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat yang menunaikan ibadah puasa. Bagi Cak Sam, Ramadan bukan sekadar momen ibadah pribadi, tapi juga peluang untuk menebar kebaikan dan memperluas manfaat  bagi orang lain.
“Puji syukur, ini (takjil) bukan soal besar kecilnya yang kita berikan, tapi bagaimana kita bisa hadir dan bermanfaat bagi orang lain. Apalagi, di bulan yang penuh berkah ini,” ujar dia, Kamis (19/3/2026).

Di lokasi usaha cuci mobilnya, di Jalan Mastrip 183, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, juga dilengkapi warung sederhana yang menyediakan aneka minuman dan kopi, serta makanan ringan bagi pelanggan dan masyarakat sekitar. Para pelanggan bisa memanfaatkan warung kopi tersebut untuk bersantai sambil menunggu mobil cuciannya selesai. Tak heran, jika tempat tersebut seperti ruang berkumpul yang ramah bagi siapa saja.

Di balik aktivitas usahanya, Cak Sam juga membuka pintu lebar-lebar bagi para pemuda untuk bekerja dan bangkit. Menurut Cak Sam, saat ini ada sekitar 10 pekerja yang mayoritas anak muda, bahkan beberapa di antaranya adalah mantan pengguna narkoba yang sedang berusaha bangkit memperbaiki hidup.

Cak Sam yang juga Pembina Rehabilitasi Sosial Equitas Setara, tapi belakangan kurang aktif mengaku, ingin memberikan kesempatan atau ruang kedua bagi mereka yang ingin berubah. “Ya, saya percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Tapi, yang penting ada kemauan untuk berubah, kita bantu pelan-pelan,” ungkap dia.

Dia menambahkan, usaha kecil ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi para pekerjanya untuk kembali percaya diri dan mandiri secara ekonomi. “Jika mereka bisa punya penghasilan yang halal, meski tidak besar, itu sudah luar biasa. Nah, dari sini mereka bisa mulai menata hidup lagi,” tandas dia.

Para pekerja tempat cuci mobil tersebut memperoleh penghasilan harian antara Rp 70 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung jumlah pelanggan. Bagi mereka angka tersebut bukan sekadar pendapatan, melainkan langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan fakta ini, Cak Sam telah membuktikan bahwa sebuah usaha kecil pun bisa menjadi sumber kebaikan yang besar, menghidupkan harapan, menebar kepedulian, dan memperkokoh arti kebersamaan di bulan suci Ramadan. KBID-BE

Related posts

Ibu RT Mendadak Meninggal saat Pertemuan Anggota BTPN, Warga Jagalan Geger

RedaksiKBID

Lolos Final, Arema Tunggu Persebaya atau Madura United

RedaksiKBID

Bertemu Guru Swasta di Probolinggo, Gus Ipul Janjikan UMR

RedaksiKBID