Ibu RT Mendadak Meninggal saat Pertemuan Anggota BTPN, Warga Jagalan Geger

Warga dan petugas saat mengevakuasi jasad korban.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Seorang wanita di Mojokerto mendadak roboh saat mengikuti kegiatan pertemuan anggota bank BTPN di Lingkungan Kalimati, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Krangan, Kota Mojokerto, Selasa (17/11). Diduga akibat serangan jantung korban menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mendapat pertolongan tim medis.

Informasi yang dihimpun peristiwa ini terjadi pukul12.30 WIB. Korban diketahui bernama Sri Wahyu Nurbati (51) Warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Krangan, Kota Mojokerto.

Meninggalnya korban secara mendadak ini sempat terjadi ketegangan antara pihak keluarga dengan petugas kepolisian dan relawan karena ada penolakan saat dievakuasi.

Eko Purtanto (55) suami korban menolak jenazah istrinya dievakuasi ke rumah sakit karena pihaknya takut nanti di istrinya dinyatakan terpapar covid-19. “Gak usah di bawa ke rumah sakit, karena saya sebagai suaminya tau kalau istri saya ini mengidap jantung wong udah mati, ribet amat. Nanti dikira Covid-19,” teriak Eko di lokasi.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya, yang mengatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, warga pun langsung mengambil keranda mayat agar jenazah bisa dibawa ke rumah.

Sementara berdasarkan keterangan Susila, salah satu warga yang ikut rapat. saat itu korban datang bersama suaminya untuk mengikuti kumpulan bank BTPN ini sekitar pukul10.00 WIB di rumah Yeni. “Selama dua bulan, tidak pernah ikut rapat memang, tapi tumben hari ini kok ikut bersama suaminya,” ungkapnya.

Saat itu, korban duduk di teras dan sekitar pukul 12.30 WIB tiba-tiba mendadak lemes dan tersengal-sengal kemudian tak sadarkan diri. “Ibu ini memilki penyakit jantung, mendadak seperti naza’ setelah di cek oleh suaminya ternyata sudah tak bernyawa,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Magersari, lptu Nurdi saat di Konfirmasi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga.”Korban menderita penyakit jantung, hal tersebut berdasarkan surat keterangan riwayat pasien, “terangnya. KBID-FFA