Diterjang Banjir Setinggi 1 Meter, Jalur Pantura Pasuruan Lumpuh

Banjir yang melanda Pasuruan akibat hujan deras mengakibatkan jalur lalu lintas tergenang air.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Hujan deras yang mengguyur Pasuruan, Senin (13/04/2020) hingga Selasa dini hari membuat sebagian wilayah Pasuruan banjir parah.

Saking parahnya, genangan air membuat Jalur Pantura di Kraton tak bisa dilewati lantaran ketinggian air mencapai satu meter lebih.

“Ini masih kami inventarisi titik mana saja yang paling parah,” kata Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati.

Selain menggenangi Jalan Pantura Kraton, banjir juga merendam beberapa rumah. Tectona Jati menyatakan belum tahu secara pasti jumlah rumah yang terdampak bencana alam tersebut.

Banjir paling parah terjadi di desa dan kelurahan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang. Di antaranya di Kecamatan Pohjentrek, Kraton dan Gadingrejo. Sementara banjir di permukiman mencapai 1 meter lebih.
“DAS Rejoso juga naik,” kata Tectona Jati.

Dia menambahkan luapan Sungai Rejoso menyebabkan banjir di wilayah Grati, Rejoso dan Winongan. Belum diketahui jumlah total desa dan kelurahan dan kepala keluarga yang terdampak banjir.

Banjir terjadi akibat sejumlah sungai di Pasuruan meluap dampak hujan deras. Ketinggian banjir di jalur pantura ini mencapai 80 cm hingga 1 meter. Banjir merendam jalan sepanjang 500 meter. Jalan raya mulai tergenang sejak pukul 03.30 WIB.

“Kendaraan roda empat sudah kami alihkan ke tol. Warga dan pengedara sepertinya sudah terbiasa dengan banjir di sini. Kalau hujan lebat di atas 2 jam, banjir,” kata Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Ahmady di lokasi, Selasa (14/4).

Dari pantauan pukul 07.30 WIB, pengendara roda dua banyak yang tertahan. Mereka merupakan pekerja yang menuju Bangil atau menuju arah sebaliknya, Kota Pasuruan. Beberapa di antara mereka memilih putar balik, sebagian lagi menunggu di lokasi.

Sementara sebagian kendaraan roda empat yang sudah terlanjur mendekati titik banjir masih terjebak. Mereka menunggu banjir surut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur mengatakan pada April ini, Jawa Timur masuk pancaroba.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan saat pancaroba masih banyak turun hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Ia mengatakan pada pancaroba arah angin cenderung variabel atau berubah-ubah dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam. “Namun demikian masih perlu diwaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya banjir, angin kencang sesaat, hujan es, dan juga tidak menutup kemungkinan terjadi angin puting beliung akibat terjadi perubahan cuaca secara mendadak,” katanya. KBID-PSR