Fasilitas GBT Tak Lengkap, Surabaya belum Layak Tuan Rumah Piala Dunia

Arif Fathoni SH.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Kondisi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang masih belum lengkap, terutama soal keberadaan toilet di setiap Tribune, menjadi sorotan DPRD Kota Surabaya.

Hal ini lantaran Pemkot Surabaya berulangkali mengampanyekan bahwa Surabaya mengajukan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2020.

Untuk mendukung hal tersebut, DPRD Surabaya mendorong pemkot Surabaya untuk melakukan renovasi terhadap Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Keinginan ini didasarkan pada masih kurangnya fasilitas yang ada di stadion kebanggaan warga Kota Pahlawan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, kurangnya fasilitas yang ada di GBT diantaranya adalah masalah tidak ada toilet di tribun ekonomi.

“Bayangkan kalau kemudian stadion itu terisi penuh 55 ribu orang, hampir empat jam mereka bernyanyi di stadion lalu kemudian mereka harus menahan untuk buang air kecil,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya Jalan Yos Sudarso, Rabu (25/09/2019).

Untuk itu, Toni meminta agar Pemkot dan Dispora segera mengalokasikan anggaran pada APBD 2020 mendatang untuk membangun toilet di setiap tribun ekonomi seperti yang telah ada di tribun super fans.

Ia pun meyakini jika nantinya ada toilet di tribun ekonomi maka itu akan berdampak positif terhadap ketertiban dan kenyamanan penonton selama menonton pertandingan dan menegaskan bahwa Fraksi Golkar siap menyetujui renovasi GBT.

“Kalaupun harus berbayar, setiap orang yang menggunakan jasa toilet itu harus bayar Rp 1.000 Untuk pengganti biaya operasional kebersihan saya pikir teman-teman bonek tidak keberatan,” kata mantan wartawan itu.

Selain masalah toilet, Toni juga mengkritisi adanya musholla dan tempat wushu yang layak bagi para suporter. Dengan adanya fasilitas yang lengkap di GBT secara tidak langsung dapat mengangkat nama besar Kota Surabaya ketika menjamu tamu yang datang dari luar kota.

Apalagi menurutnya, Kota Surabaya dinilai oleh FIFA sebagai salah satu kota yang layak untuk melakukan proses bidding menjadi tuan rumah piala dunia U-20 tahun 2020 mendatang. “Kalau dilihat begitu, saya pikir belum layak,” pungkasnya. KBID-DJI