Menpora Dilecehkan saat Akan Masuk GBT, Fraksi Golkar Ancam Ajukan Hak Interpelasi

Agung Prasodjo.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya merasa insiden terkuncinya pintu masuk Gelora Bung Tomo (GBT) saat Menpora Zainuddin Amali akan meninjau venue Piala Dunia 2020 sebagai bentuk pelecehan terhadap pejabat negara. Fraksi Golkar DPRD Surabaya pun berniat mengajukan hak interpelasi (hak bertanya) kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Menteri yang tak lain kepanjangan tangan Presiden itu pun gagal masuk stadion untuk mengetahui detil kondisi GBT. Ahlasil, Menpora hanya berada di luar bersama rombongan. Menyikapi kondisi tersebut, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya sangat kecewa terhadap sikap dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, Afghani Wardhana, maupun Pemkot Surabaya.

Agung Prasojo, anggota Fraksi DPRD Surabaya mengatakan, ini tidak bisa dibiarkan. “Ini yang datang Menpora Republik Indonesia. Sebagai pembantu atau kepanjangan tangan Presiden Republik Indonesia. Maksudnya apa ada Pak Menteri, pintunya ditutup,” kata Agung Prasojo usai mendampingi Menpora di Stadion GBT, Minggu (3/11).

Agung yang juga Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya menceritakan, sebelum Menpora tiba di GBT, dirinya sudah berada di depan pintu masuk untuk menyambut Menpora. Ternyata, tidak ada pejabat dari Dispora Kota Surabaya. Juga tidak ada petugas dari bagian pengelola stadion, yang menyambut.

”saya coba telpon Kadispora, HP nya aktif tapi tidak diangkat. Kemudian coba tak kontak Eri Cahyadi (Kepala Bapeko) katanya sudah menghubungi Kadispora dan tidak diangkat, hal sama juga dilakukan Kadispora Jawa Timur yang menghubungi Kadispora Surabaya untuk menyampaikan rencana kedatangan Pak Menteri, nggak diangkat. Kirim pesan whatsapp juga nggak dibalesin, ini apa-apa an,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya tersebut.

Dia menambahkan, kedatangan Manpora untuk mengecek lokasi yang akan dijadikan tempat pertandingan Piala Duia U-20. Karena pemerintah Indonesia merasa terhormat, maka Menpora datang meninjau lokasi di Surabaya. Kalau ada kurangnya, kata dia, pemerintah terutama Kemenpora siap membantu. ”Lha kok digembok,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sangat kecewa yang mestinya menyembut baik kedatangan Menpora justru mengalami insiden semacam itu. Untuk itu, tegasnya, Fraksi Partai Golkar akan mengajukan interpelasi kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

”Bayangno rek (bayangkan), dia menteri Republik Indonesia, ada lambang garuda RI yang mewakili pemerintah Indonesia, kok diperlakukan semacam ini. Mereka harus tahu itu. Ini untuk kepentingan bangsa Indonesia,” katanya.

Dia tak ingin menduga hal ini sengaja dilakukan Kadispora atau pejabat lainnya. Makantya, katanya, dalam waktu dekat akan memanggil Kadispora Surabaya untuk dimintai penjelasan. ”Namaya kadispora harusnya mendampingi dong apalagi Menpora yang hadir. Terlebih sebagai ASN (aparatur sipil negara), harus taat dengan aturan sebagai abdi negara,” katanya. KBID-NAK