KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Meski Banjir, Mobil Listrik Aman, William: Pemkot Surabaya Harus Siapkan SPKLU

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma.@KBID-2024.

KAMPUNGBERITA.ID-Rencana Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengganti kendaraan dinas di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kendaraan konvensional atau berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik dinilai positif oleh anggota DPRD Kota Surabaya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma mengatakan, banyak kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Surabaya yang kondisinya memang sudah harus diganti seperti mobil Panther yang usianya lebih dari 10 tahun.

“Dengan mobil listrik tentu banyak penghematan anggaran. Bahan bakar lebih hemat ramah lingkungan,” ujar dia.

Lebih jauh, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menjelaskan, dengan menggantikan kendaraan operasional dinas dari konvensional ke listrik berarti Wali Kota Eri Cahyadi menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Soal ketersediaan unitnya, tambah William, pasti banyak tersedia. Kan nanti bisa melalui lelang.Tentu akan banyak yang menawarkan, entah lewat lelang atau e-Katalog, karena kendaraan listrik juga sudah mulai banyak masuk ke Surabaya.

Soal kesiapan infrasruktur, misalnya untuk charge mobil listrik, diakui William untuk ngecharge listriknya sangat mudah. Kan bisa dicharge di rumah. Kemudian di Pemkot Surabaya, akan kerja sama dengan PLN untuk menyediakan lokasi pengechargenya berupa SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

“Lebih bagus lagi warga Surabaya yang punya kendaraan listrik bisa nge charge di Pemkot Surabaya, dan bayarnya langsung ke PLN,” ungkap dia.

Untuk kendaraan dinas listrik ini kan baru sebatas Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), William mengatakan, pengadaan kan dilakukan secara bertahap dulu.
“Ya kita lihat dulu kesiapan infrastrukturnya. Kalau sudah oke, kita usulkan semua kendaraan di kecamatan -kecamatan yang lama-lama itu diganti juga,”tandas dia.

Lebih jauh, William menuturkan , penggunaan mobil listrik di luar negeri, khususnya di negara-negara maju lebih masif. Contohnya, di Tiongkok itu sudah masif sekali. Ini karena mereka punya Undang-Undang (UU) Perlindungan Lingkungan Hidup. Selain punya kementerian perlindungan hidup, mereka juga punya kementerian tentang polusi untuk mengatasi polusi udara.

Dampak dari polusi, terutama dari gas buang kendaraan, tidak hanya ke lingkungan, tapi juga ke manusia (kesehatan masyarakat).
“Karena ada penelitian kalau kadar gas buang ini membuat anak bisa kena stunting dan perkembangan otaknya jelek. Karena pencemaran udara dengan Particulate Matter (PM)2.5 itu bisa masuk ke paru-paru dan menyebar kemana-mana, selalu”pungkas dia

Ditanya soal penggunaan mobil listrik di Surabaya apa tidak rawan gangguan, mengingat jika musim hujan Surabaya sering banjir hingga ketinggian 50 cm, William dengan tegas menyatakan tidak apa-apa, aman. Karena mobil listrik itu meski tenggelam di ketinggian 1 meter masih bisa jalan.

“Sudah tidak masalah walau banjir. Lagi pula pembangunan drainase tahun ini kan masif sekali untuk penanggulangan banjir. Ya, paling tidak banjir bisa berkurang,”beber dia.

Seperti diketahui, Selasa (18/6/2024) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera melakukan konversi kendaraan dinas operasional Pemkot Surabaya. Konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik nantinya akan dilakukan dengan cara skema sewa.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, biaya sistem sewa kendaraan akan lebih murah ketimbang harus membeli kendaraan baru.

“Kalau kita itu punya, beli mobil terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, wis didol kabeh ae (dijual saja semua) kita lakukan sewa mobil,” pungkas Wali Kota Eri. KBID-BE

Related posts

Pemkot Surabaya Sosialisasikan Gejala Penderita Virus Flu Babi

RedaksiKBID

Risma: Masalah Banjir Bukan Persoalan APBD, Tapi soal Pemahaman Karakter Wilayah

RedaksiKBID

HK Realtindo Groundbreaking Pembangunan di Kawasan Pasar Tuban

KBIDTuban