KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Omzet Menurun, Komisi B Dorong SWK Maksimalkan Teknologi Digital

Mohammad Faridz Afif. @KBID-2025.
Mohammad Faridz Afif. @KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID – Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang disebut-sebut menjadi jantung ekonomi kerakyatan di Surabaya, kini menghadapi tantangan serius.

Menjamurnya kafe, resto atau warung kopi (warkop) membuat omzet penjualan mereka turun tajam. Tak pelak, kondisi ini mengancam keberlangsungan hidup SWK-SWK tersebut.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Komisi B DPRD Kota Surabaya. Bahkan, Ketua Komisi B, Mohammad Faridz Afif menyampaikan keprihatinannya terhadap lesunya urat nadi perekonomian di puluhan SWK yang tersebar di Surabaya. “Ini adalah sinyal darurat yang harus segera direspons Pemkot Surabaya. Kita tidak bisa membiarkan SWK mati suri. Ini menyangkut nasib para pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal, ” ujar Afif.

Untuk itu, dia mendesak Pemkot Surabaya,khususnya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah terobosan yang konkret.

Dia menegaskan, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar perbaikan fisik, karena itu hanya solusi parsial. Tapi SWK membutuhkan pembenahan yang lebih komprehensif, terutama pada tata kelola, lay out, manajemen usaha dan strategi pemasaran.

“Jangan hanya sekadar merevitalisasi fisik SWK lalu ditinggal. Perlu ada program pendampingan yang berkelanjutan, dan promosi yang masif. Selain itu, harus ada kolaborasi dengan platform digital, seperti aplikasi pesan-antar makanan. Karena banyak pedagang SWK belum memiliki kemampuan atau akses untuk mengelola penjualan online. Jadi, para pedagang SWK ini butuh dibantu beradaptasi dengan era digital.Mengingat layanan pesan-antar ini menjadi standar baru masyarakat dalam membeli makanan maupun minuman,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, menurut Afif, juga mencatat adanya persoalan non fisik seperti SWK yang rawan genangan saat hujan, sehingga menurunkan kenyamanan pengunjung. Selain itu, juga butuh lahan parkir yang luas dan aman. “Revitalisasi bukan hanya soal perbaikan fisik bangunan, tapi juga tentang menciptakan ekosistem yang menarik masyarakat pengunjung untuk kembali meramaikan SWK.Tanpa terobosan cepat kita khawatir pusat kuliner rakyat ini akan kehilangan relevansinya dan para pedagang kecil akan kehilangan satu-satunya sumber penghidupan mereka,” pungkas dia. KBID-PAR-BE

Related posts

Soal Posisi Dirut RSUD Eka Candrarini Dirangkap Bisukma Kurniawati, Komisi D Menilai Kurang Optimal dalam Fokus Kepemimpinan

Baud Efendi

Terjunkan Relasi, KPU Sidoarjo Gencar Sosialisasikan Pemilu

RedaksiKBID

Amankan Gereja saat Perayaan Natal, Polresta Sidoarjo Terjunkan 295 Personel

RedaksiKBID