Patuhi Perintah DPP, Partai Perindo Balik Arah Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

Samuel Teguh Santoso dan pengurus Ketua DPD Partai Perindo Surabaya menyatakan sikap dukungan kepada Machfud-Mujiaman.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Koalisi Membangun Surabaya (KMS) yang beranggotakan enam parpol nonparlemen, yakni Partai Hanura, Partai Perindo, PBB, PKPI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda, telah mendeklarasika n diri mendukung jago PDI-P, Eri Cahyadi-Armuji (Er-Ji) pada Pilkada Surabaya 2020.

Namun seminggu pasca deklarasi, tiba-tiba partai yang dikomandani Hary Tanoesodibjo secara mengejutkan berubah haluan dan balik mendukung Machfud Arifin-Mujiaman.

Bahkan, pada Sabtu (12/9/2020), Sekretaris DPW Partai Perindo Jatim Badaruddin didampingi Ketua DPD Partai Perindo Surabaya Samuel Teguh Santoso dan pengurus harian lainnya bersilaturahmi ke kediaman Machfud Arifin, sekaligus menyerahkan surat dukungan kepada pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

Apa alasan Partai Perindo mendukung Machfud Arifin-Mujiaman yang telah diusung delapan parpol, yakni PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, Partai Demokrat, PAN, NasDem, dan PPP? Kepada wartawan, Rabu (16/9/2020), Ketua DPD Partai Perindo Surabaya, Samuel Teguh Santoso menjelaskan, bahwa DPD Partai Perindo Surabaya mengalihkan dukungan ke Machfud Arifin-Mujiaman karena menjalankan perintah dari DPW dan DPP.

“Jadi, kami dapat instruksi dari DPW dan DPP untuk mendukung Pak Machfud-Mujiaman. Nah, sebagai petugas partai kami tunduk kepada perintah partai dan siap menjalankan perintah tersebut,”ujar dia.

Meski Partai Perindo mendukung Machfud Arifin- Mujiaman, namun Samuel membantah jika KMS pecah. “KMS tidak pecah. Kami selalu bersama. Kalau kami mendukung Pak Machfud-Mujiaman, kemudian parpol lain mendukung Pak Eri Cahyadi-Armuji itu tidak masalah. Kami tetap solid. Karena siapapun wali kota yang terpilih nanti merupakam kemenangan masyarakat Surabaya. Dan, KMS tetap akan melakukan kontrol terhadap kebijakan wali kota nanti.
Mengingat KMS ini bagian dari masyarakat yang tidak ada di parlemen, ” ungkap dia.

Ditanya apa parpol nonparlemen yang tergabung dalam KMS nanti akan ada yang mengikuti jejak Perindo, mendukung Machfud Arifin-Mujiaman? Samuel tak bisa memprediksi. Tapi kemungkinan itu bisa saja.

“Yang jelas, saat ini saya lagi fokus ke Pak Machfud-Mujiaman,”imbuh dia.

Lebih jauh, Samuel mengakui, sudah berdiskusi dengan Machfud Arifin (MA), bahkan sudah melakukan penelitian ke masyarakat bawah dan mempelajari soal Surabaya dan permasalahannya. Termasuk mempelajari tipikal atau karakter masyarakat Surabaya.

Untuk itu, dia mengingatkan kepada para calon wali kota agar membawa Surabaya jauh lebih baik lagi dibanding era Wali Kota Tri Rismaharini yang telah banyak mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau Surabaya tidak lebih baik dari Bu Risma, ya jangan jadi wali kota. Harus lebih unggul 10 kali lipat dibanding Bu Risma. Kalau tidak masyarakat bahaya. Bidang pendidikan harus lebih baik lagi, di bidang kesehatan masyarakat harus terlayani secara menyeluruh. Selain itu, UMKM harus digerakkan untuk mengatasi pengangguran dan lain sebagainya, ” jelas Samuel.

Samuel menandaskan, banyak persoalan kota yang disampaikan dan ditekankan kepada Machfud Arifin. Dan, mantan Kapolda Jatim itu, menurut Samuel, menyatakan kesiapannya jika jadi wali kota nanti semua kebijakannya dikontrol.

“Program dan visi misi Pak MA yang dicanangkan dalam membangun Kota Surabaya banyak kesamaannya dengan program-program yang saya sampaikan ketika maju menjadi calon wali kota dari jalur independen (perseorangan),”tandas dia.

Soal persiapan Perindo Surabaya untuk pemenangan MA, Samuel menjelaskan, jika Perindo Surabaya akan mengerahkan tenaga dari kader-kader Perindo hingga tingkat RT-RW.
“Jadi nanti kader-kader akan menyasar ke basis- basis Perindo. Ada sekitar 46 ribu lebih akan kita galang lagi untuk pemenangan Pak Machfud-Mujiaman,”pungkas dia. KBID-BE