Pengalaman Pimpin PKB, Kaji Udin Daftar Pilwali Melalui PDIP

Wahyudin Husein menyerahkan formulir pendaftaran ke Kantor DPD PDIP menjelang penutupan, Sabtu (14/9) malam.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Penjaringan Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) dan Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) yang dilakukan PDIP ada kejutan. Beberapa jam jelang penjaringan ditutup Sabtu (14/9) pukul 24.00 WIB malam, Achmad Wahyuddin atau dikenal pula Wahyuddin Husein melakukan pendaftaran.

Di dunia perpolitikan Surabaya, nama Wahyuddin tidak asing lagi. Sebab, dia adalah mantan Ketua DPC PKB Surabaya.

Kaji Udin, sapaan akrab  Wahyuddin mendaftar untuk posisi Bacawawali. “Saya sudah berkomunikasi dengan pengurus PKB dan tidak ada persoalan untuk mendaftar melalui PDIP,” ungkapnya seusai menyerahkan berkas pendaftaran.

Menurut dia, justru ada kemungkinan PDIP dan PKB akan berkoalisi dalam Pilwali Surabaya tahun 2020 mendatang. Hal itu disampaikannya secara tersirat.

“Saya sudah komunikasi dengan PKB. Insya Allah nanti akan bersama-sama dengan PKB,” ujarnya.

Nama Wahyuddin selama ini memang lekat dengan PKB. Selain pernah menjabat ketua DPC PKB Surabaya, ia pernah menjadi anggota DPRD Surabaya dan DPRD Jatim yang berangkat dari PKB. Bahkan ia adalah mantan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) tahun 2005 yang bergandengan dengan Alisjahbana, juga melalui PKB.

Tetapi namanya tenggelam setelah ia tidak lagi jadi ketua DPC PKB dan sudah tidak menjadi anggota DPRD Surabaya. Ia sekarang lebih menekuni sebagai pengusaha dan dosen.

Meski demikian, ia menegaskan tidak gentar untuk bersaing dalam Pilwali 2020. “Saya menyebutnya Haji Udin is back,” cetusnya.

Mengenai program kerja jika mendapat rekom dari PDIP, ia mengatakan bakal mempertahankan program yang baik yang sudah dilakukan wali kota Surabaya yang sekarang, Tri Rismaharini.

Dikatakan, faktor Risma sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Bahkan ia menyebut sepuluh tahun kepemimpinan Risma di Kota Pahlawan banyak keberhasilan yang sudah dicapai. “Sepuluh tahun Bu Risma di Surabaya, semua mengakui keberhasilannya,” paparnya.

Namun ia menjelaskan teringat dengan pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mantan Ketua PBNU itu pernah sering mengatakan agar mempertahankan apa yang sudah baik.

“Gus Dur dulu sering kali membawakan pesan pertahankan yang sudah baik. Jadi yang sudah baik dari Bu Risma akan dipertahankan dan melakukan perbaikan lebih baik lagi,” katanya. KBID-NAK