Protes Pembakaran Bendera di Jakarta, PDIP Sidoarjo Desak Polisi Tuntaskan Kasus

Kader dan pengurus PDIP Sidoarjo saat melaporkan insiden pembakaran bendera.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Insiden pembakaran bendera PDIP, Rabu lalu (25/6) di Jakarta, memantik kemarahan anggota dan simpatisan PDIP. Seperti diketahui, bendera PDIP dibakar massa saat mereka menggelar aksi menolak RUU-HIP.

Di Kota Delta, puluhan kader banteng berkunjung ke Mapolresta Sidoarjo. Mereka memberikan dukungan moral pada polisi agar segera mengusut tuntas persoalan tersebut.

Pukul 13.00, satu per satu anggota PDIP tiba di kantor DPC PDIP. Mulai dari anggota PAC hingga pengurus DPC. Sebelum berangkat ke Mapolresta, mereka menyamakan pandangan.

Rapat singkat itu menghasilkan sebanyak 12 keputusan. Mewujud lewat sikap partai. Sejurus kemudian, sebanyak 20 perwakilan partai berangkat ke Mapolresta. Menyerahkan hasil rapat.

Pukul 14.30, perwakilan partai tiba di Mapolresta. Rombongan diterima Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Dodot Dwianto. Bergantian, sejumlah petinggi partai menyampaikan sikap.

Ketua DPC PDIP Sumi Harsono menjelaskan, kedatangan kader PDIP ke Mapolresta sebagai bentuk reaksi kejadian di Jakarta. Pembakaran bendera partai. “Sebagai kader, kami tidak terima. Karena itu simbol, harkat martabat, dan nama baik partai telah dibakar seperti itu,” jelasnya.

Sumi tentu geram. Sebab, bagi Sumi, PDIP sudah menjadi rumah perjuangan. “Wajar jika kami bersikap,” terangnya.

Sikap tegas juga ditunjukkan Wakabid Pemuda, Olahraga, dan Komunitas Seni Budaya Heru Setyanto. Dia tidak terima bendera PDIP disandingkan dengan bendera PKI. Lantaran PKI sudah dibubarkan. Dia meminta polisi segera mengusut tuntas. “Darimana mereka mendapatkan bendera partai yang sudah dibubarkan,” jelasnya.

Sekretaris DPC PDIP Samsul Hadi menyampaikan 12 poin keputusan rapat. Terkait pembakaran bendera dia menjelaskan bendera merupakan simbol kehormatan partai. Ada kucuran keringat, dan air mata dalam menegakkan bendera tersebut. “Bukan sekedar bendera namun Ada perjuangan di dalamnya,” ucapnya.

Menurut Samsul, di era reformasi, kebebasan menyampaikan pendapat dijunjung tinggi. Aksi demontrasi diperbolehkan. Namun, dia meminta, kegiatan itu dilakukan tanpa menghina dan melecehkan bendera partai. “Kami meminta polisi segera turun tangan,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, partai mengeluarkan instruksi. Seluruh kader PDIP di daerah diminta memasang bendera partai. “Kader juga diminta menjaga bendera,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menyampaikan pihaknya sudah membaca pernyataan sikap dari PDIP. “Saya berharap seluruh pihak menjaga kondusifitas di Sidoarjo,” ucap pria asal Nganjuk itu. KBID-TUR