KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Soroti Kualitas Air Baku yang Buruk, Gempar Jatim Siap Geruduk Perum Jasa Tirta I

Ketua Umum Gempar Jatim, Zahdi bersama Pimpinan dan Anggota Komisi B berfoto bersama usai hearing.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID Pengelolaan air bersih di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan.
Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) Jatim yang mempertanyakan tata kelola air, kualitas air baku hingga keterlibatan pihak swasta dalam distribusi air kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Gempar Jatim, Zahdi saat hearing di Komisi B Rabu (16/9/2026). Dalam pertemuan itu, Zahdi
menyoroti dugaan ketimpangan pengelolaan air antara masyarakat umum dengan kawasan yang dikelola pengembang. Untuk itu, dia meminta DPRD Surabaya mengawal agar pengelolaan air tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak mengarah pada privatisasi.
“Intinya, kami menolak privatisasi. Ketika persoalan ini dibiarkan, tentu tidak meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kalau kita bicara uang alit versus uang elit, ini bisa menjadi kesenjangan sosial,” tegas dia.

Menurut dia, pengelolaan air harus dikembalikan pada prinsip penguasaan negara sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. Zahdi menilai Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada harus dimaksimalkan perannya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mendistribusikan air ke seluruh wilayah Surabaya.

Dia juga mempertanyakan keberadaan sejumlah pengembang yang masih mengelola dan mendistribusikan air secara mandiri. “Kalau ada developer yang mengelola air, jangan sampai ada negara di dalam negara. PAM Surya Sembada sudah siap mendistribusikan air ke seluruh wilayah Surabaya,”tegas dia.

Selain itu, di juga menyoroti kualitas air baku dari Perum Jasa Tirta (PJT) I. Zahdi meminta PAM Surya Sembada tidak sekadar menerima kondisi air yang kualitasnya menurun.
“Kalau PAM membeli air kelas dua, tetapi yang diberikan kelas tiga atau kelas empat, jangan diam. Harus protes terhadap perjanjian kerja sama (PKS). Jangan mau begitu saja,” tegas dia seraya menambahkan Gempar Jatim akan kembali mendatangi PJT I untuk meminta pertanggungjawaban terkait air keruh yang sempat dialami warga Surabaya. “Kami pastikan PJT I akan saya geruduk kembali. Selama ini hanya permohonan maaf. Yang mengirim air tangki ke warga justru PAM, bukan PJT I,” terang dia.

Mengenai pengembang yang masih mengelola air secara mandiri, perwakilan Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya, Sari menyebut sebagian memiliki izin Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) dari Pemerintah Pusat. Untuk itu, Pemkot Surabaya mendorong PAM Surya Sembada berkoordinasi dengan pengembang untuk memperluas cakupan pelayanan.

Direktur Utama PAM Surya Sembada, Tias Alvin Papatria mengatakan persoalan tekanan air, terutama di Surabaya Utara, menjadi perhatian serius. Tekanan air disebut menurun pada waktu beban puncak menjelang subuh.
“Pipa yang dulunya berdiameter 100 sudah kita besarkan menjadi 200. Sekarang warga sudah merasakan air yang jauh lebih banyak,” kata Alvin.

PAM Surya Sembada juga sedang mengkaji pembangunan reservoir serta jaringan pendukung untuk memperkuat suplai menuju Zona 3 Surabaya Utara. “Harapan saya, dalam satu atau dua tahun ke depan kita bisa menyuplai full Zona 3 di Surabaya Utara dengan distribusi yang baik,” tandas dia.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M. Faridz Afif menyampaikan tiga rekomendasi. Pertama, PAM Surya Sembada diminta berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta I untuk menjaga kualitas air baku kelas dua. Kedua, Komisi B akan mengundang pihak swasta atau developer yang mengambil air baku di Surabaya. “Terakhir, kami minta PAM Surya Sembada berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk mengkaji pengelolaan air oleh pihak swasta”, pungkas Faridz.

Rekomendasi tersebut menjadi langkah awal DPRD Surabaya untuk menelusuri lebih jauh tata kelola air, mulai dari sumber air baku, distribusi, keterlibatan pengembang hingga dampaknya terhadap pelayanan dan kepentingan masyarakat. KBID-BE

Related posts

Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Penyakit Zoonosis, Fokus Cegah Wabah Sejak Dini

DJUPRIANTO

Dishub Surabaya Sediakan Transportasi Gratis ke GBT Selama Gelaran Piala Dunia U-17

Baud Efendi

Gubernur dan Ribuan Jemaah Gelar Doa Bersama di Mapolda Jatim

RedaksiKBID