Terungkap, Pembunuhan Dukun Lintrik di Sidoarjo Bermula dari Utang Piutang

Ilustrasi.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan Sunarah (57 tahun) Warga Kramat Jegu Kecamatan Taman sidoarjo. Korban yang sehari-hari berkerja sebagai dukun lintrik itu dihabisi salah satu orang yang hendak meminjam uang. Pelaku sakit hati lantaran tidak diberi pinjaman uang. Kini tersangka sudah diamankan polisi.

Penangkapan pembunuh Sunarah itu berawal dari pemeriksaan sejumlah saksi. Polisi mendapatkan informasi, perempuan 57 tahun itu menemui tamu sebelum tewas. Orang yang terakhir bertemu Sunarah yaitu MK alias Diaz.

Dari penelusuran petugas, Diaz memiliki sejumlah nama panggilan. Sejumlah warga kerap memanggilnya Kabul. Warga lain mengenal dia dengan sapaan Bule.

Kabul tinggal di desa Cangkringsari, Sukodono. Namun dia kerap bermalam di rumah kost istri sirinya, EO. Lokasinya di Desa Keboharan, Krian. Saat diamankan Polisi, dini hari kemarin (8/4), dia tengah tidur di tempat EO.

Usai ditangkap, petugas segera memeriksa Kabul. Dia dicecar beberapa pertanyaan. Salah satunya terkait pembunuhan Sunarah.

Sejumlah bukti dibeber petugas. Kabul tak bisa lagi berkelit. Akhirnya dia pun mengakui perbuatan.

Di depan petugas, Kabul menceritakan awal mula pembunuhan itu dilakukan. Senin (30/3) dia bertamu ke Sunarah. Tujuannya untuk meminjam uang. Nilainya mencapai Rp 500 ribu. Uang itu digunakan untuk membayar uang sekolah anaknya.

Sayangnya, penjelasan Kabul itu tak mampu mengetuk hati Sunarah. Ibu empat anak tersebut menolak memberikan hutang. Berulang kali dijelaskan Sunarah tetap saja kuat hati. Tak bersedia memberikan pinjaman.

Penolakan itu menyulut emosi Kabul. Adu mulut pun terjadi. Nada bicara pelaku semakin tinggi. Sunarah juga tak mau mengalah. Sejurus kemudian Kabul dikuasai setan.

Dia bergegas keluar dari rumah Sunarah. Bukan hendak pulang, namun mencari alat untuk membunuh korban. Sebuah tali tampar diambil. Dia kembali masuk ke rumah Sunarah. Leher korban dijerat dengan menggunakan tali tambang.

Usai menghabisi nyawa Sunarah, Kabul tak langsung kabur. Dia sempat mengambil uang milik Sunarah. Besarnya Rp 405 ribu.

Dari keterangan tersangka, uang itu sudah digunakan. Istri sirinya diberi uang Rp 380 ribu. Sisanya digunakan Kabul.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan pelaku pembunuhan Sunarah tertangkap. Saat ini polisi terus melakukan pemeriksaan. “Pelaku kami tahan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sunarah ditemukan tewas dirumahnya Kamis minggu lalu. Awalnya warga menduga dia bunuh diri. Namun, setelah diperiksa, polisi menemukan dugaan pembunuhan. Tali tampar masih melingkar di leher Sunarah. Kepalanya penuh luka. KBID-TUR