KAMPUNGBERITA.ID – Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) DIPA UNITOMO bertajuk “Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Contextual-Based Speaking Practice di Dolly English Community (DEC) – Surabaya”. Program ini dilaksanakan oleh tim PkM yang diketuai oleh Kusuma Wijaya, dosen Program Studi Sastra Inggris – FIPS-UNITOMO, bersama para dosen dan mahasiswa UNITOMO sebagai bentuk kolaborasi akademik dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Kegiatan ini bermitra dengan Dolly English Community – Surabaya, sebuah komunitas pendidikan mandiri yang diinisiasi oleh Djuprianto selaku Penginisiasi dan Koordinator DEC bersama para relawan DEC, Punky dan Niki. Komunitas ini secara konsisten menyelenggarakan pengajaran Bahasa Inggris gratis bagi putra-putri warga Dolly dan sekitarnya.
Kusuma Wijaya mengatakan, dalam program ini, tim PkM menerapkan metode Contextual-Based Speaking Practice, yaitu pendekatan pembelajaran berbicara yang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Sebanyak 18 siswa binaan DEC dari jenjang kelas 3, 4, 5, dan 6 SD, serta 1 SMP dan 1 SMA mengikuti pelatihan ini.
“Melalui metode kontekstual, siswa mempraktikkan speaking berdasarkan aktivitas sehari-hari seperti kegiatan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan bermakna,”ujar dosen Program Studi Sastra Inggris.Kamis (26/02/2026).
Kusuma menyampaikan, selama pelaksanaan, tim menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keberagaman kemampuan dasar Bahasa Inggris peserta, perbedaan tingkat kematangan kognitif akibat variasi jenjang pendidikan, rendahnya kepercayaan diri dalam berbicara, serta keterbatasan waktu pelaksanaan (1 kali per minggu selama 90 menit).
“Namun demikian, melalui pendekatan yang suportif dan interaktif, para siswa menunjukkan perkembangan positif dalam keberanian tampil dan kelancaran berbicara,”ucapnya.
Kusuma meneruskan, bebagai bentuk keberlanjutan program, pengelola DEC akan melanjutkan kegiatan speaking mingguan menggunakan modul yang telah dikembangkan oleh tim PkM. Tim UNITOMO juga akan melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.
Kusuma berharap program ini dapat menjadikan metode Contextual-Based Speaking sebagai salah satu pendekatan utama dalam proses pembelajaran speaking di DEC. Peningkatan keterampilan berbicara para siswa diharapkan berdampak positif terhadap penguasaan Bahasa Inggris mereka di sekolah serta menjadi fondasi kompetensi bahasa di masa depan.
“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas, UNITOMO dan DEC menegaskan komitmennya dalam membangun generasi yang lebih percaya diri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global melalui keterampilan,” Pungkas Kusuma Wijaya.KBID-JUP
