
KAMPUNGBERITA.ID
Momen Hari Pahlawan dimanfaatkan oleh Pemprov Jatim untuk menggratiskan biaya Bus Trans Jatim sehari penuh. Bagaimana dengan Suroboyo Bus milik Pemkot Surabaya, apakah juga digratiskan?
Salah seorang warga Rungkut, Agus Santoso mengaku salut dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menggratiskan biaya Bus Trans Jatim sebagai bentuk layanan untuk memperingati Hari Pahlawan. Menariknya,
seluruh kru Bus Trans Jatim memakai pakaian atau atribut pejuang. Beda dengan kru Suroboyo Bus yang tetap pakai seragam kerja. “Saya naik Suroboyo Bus ke Bungurasih ternyata bayar. Setelah itu saya naik Bus Trans Jatim ke Mojokerto gratis. Wali Kota Surabaya kurang peka dan kurang peduli kepada masyarakat di momen Hari Pahlawan ini. Seharusnya digratiskan sebagai bagian dari semangat perjuangan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kepahlawanan.Apalagi, Surabaya ini dikenal sebagai Kota Pahlawan,” kritik Agus.
Dia menegaskan, peringatan Hari Pahlawan bukan hanya soal mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, tapi juga tentang melanjutkan semangatnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sing duwe Suroboyo tidak menggratiskan Suroboyo Bus. Ini menunjukkan Wali Kota tidak punya empati. Padahal Hari Pahlawan ini erat hubungannya dengan perjuangan Arek-Arek Suroboyo melawan penjajah,” tandas dia.
Menanggapi kritikan warga ini, anggota DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud mengatakan, jika Pemkot Surabaya tidak menggratiskan Suroboyo Bus sehari penuh seperti Pemprov Jatim, mungkin topiknya beda. “Ya saya cuma menduga saja bahwa Pemprov Jatim menggratiskan Bus Trans Jatim itu dalam rangka HUT Provinsi Jatim, ya kalau Pemkot Surabaya dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya mungkin juga digratiskan, “kata Machmud.
Tapi sekarang ini momen Hari Pahlawan, Menurut politisi Partai Demokrat ini, memang ada baiknya pada Hari Pahlawan ini ada yang dinikmati masyarakat.
Kalau memang tidak semua digratiskan naik Suroboyo Bus, minimal ada klasifikasinya. Misalnya warga yang usianya 60 ke atas dengan KTP bisa gratis keliling kota. “Ada baiknya seperti itu. Tapi sepengetahuan saya, kalau Hari Jadi Kota Surabaya itu gratis,” beber Machmud.
Untuk itu, dia menyarankan, untuk penggratisan Suroboyo Bus, sebaiknya tidak hanya pas Hari Jadi Kota Surabaya saja, tapi momen Hari Pahlawan juga digratiskan. Bahkan, kalau bisa Pajak Bumi Bangunan (PBB) bagi rumah-rumah pahlawan juga digratiskan.
“Misalnya rumahnya Bung Tomo atau rumah-rumah pahlawan yang ada di Surabaya. Karena apa? Karena Surabaya ini satu-satunya “Kota Pahlawan” di Indonesia atau bahkan dunia. Ya kita tahu Sidoarjo dikenal sebagai “Kota Udang”, Gresik sengaja “Kota Pudak”. Maka ada baiknya PBB rumah-rumah pahlawan digratiskan. Itu akan lebih baik, ” tandas dia.
Menurut Machmud, diakui atau tidak, tanah di Surabaya ini bisa dinikmati oleh seluruh warga Surabaya karena direbut oleh para pahlawan dari Belanda dan Jepang. Mereka bertaruh nyawa mengorbankan kepentingannya, mulai dari keringat, air mata bercampur darah. Mereka tidak berpikir setelah merdeka nanti jadi apa atau dapat apa. “Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan dan sekarang bisa kita nikmati. Ada baiknya rumah para pahlawan PBBnya digratiskan,” pungkas dia. KBID-BE
