
KAMPUNGBERITA.ID
Sebanyak 32 tim dari berbagai komunitas di Surabaya akan berlaga di Kejuaraan Cabang Olahraga Domino Indonesia (Kejurcab Orado) Kota Surabaya 2026. Kejuaraan ini digelar di V Junction Lt. 3 Ciputra World Surabaya, Minggu (29/3/2029) pukul 10.00 WIB.
Kejurcab 2026 ini menjadi momentum awal pengembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Surabaya untuk menembus kasta kompetisi nasional.
Ketua Umum Pengcab Orado Kota Surabaya, Rio Gahari menyampaikan, bahwa Kejurcab ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga domino yang profesional dan berprestasi di Surabaya. Sehingga nantinya akan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa bersaing di tingkat provinsi (Kejurprov) maupun nasional (Kejurnas). “Jadi Kejurcab ini adalah syarat wajib bagi para atlet untuk bisa berlaga di tingkat yang lebih tinggi. Karena para pemenangnya akan menjadi wakil Surabaya di Kejurprov Jatim. Sementara Kejurprov sendiri akan diikuti perwakilan dari 38 kabupaten/kota di Jatim dan pemenangnya akan menjadi wakil Jatim di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang digelar di Bogor, 25 Mei 2026,” ujar Rio.
Dia menjelaskan, Kejurcab kali ini terasa spesial karena menjadi event perdana sejak Orado resmi dideklarasikan pada Januari 2026. Meski merupakan organisasi baru, namun antusiasme peserta sangat tinggi. Rio menyebut pendaftar melampaui target kuota, namun pihaknya memutuskan untuk membatasi jumlah peserta agar kompetisi tetap kompetitif dan terkontrol.
“Antusiasme warga Surabaya luar biasa. Yang mendaftar lebih dari 40 tim, namun saat ini kami batasi menjadi 32 tim yang hadir pada saat technical meeting Sabtu (28/3/2026),” kata dia.
Lebih jauh, Rio berharap melalui Kejurcab ini semakin banyak klub atau komunitas di kampung-kampung yang tertarik menekuni olahraga domino. Artinya sebagai olahraga prestasi, bukan sekadar permainan atau hiburan pengisi waktu luang belaka. “Jadi domino ini adalah olahraga yang membutuhkan strategi, konsentrasi dan sportivitas s tinggi. Saya optimistis dengan pembinaan yang berkelanjutan, Surabaya bisa
terus melahirkan bibit-bibit atlet domino yang berkualitas dan nantinya
menjadi salah sentra kekuatan domino di Jatim,” ungkap dia.
Untuk mewujudkan itu, lanjut Rio, Orado Kota Surabaya akan terus bergerak dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar domino ini dipahami sebagai cabang olahraga prestasi. “Insyaallah saya sebagai ketua akan support meja (domino) di setiap gardu atau klub. Gerakan ini akan kita lakukan secara masif. Kita ingin domino naik kelas menjadi cabang olahraga yang bisa memintarkan Indonesia, meningkatkan daya ingat, melatih konsentrasi, dan ini akan menjadi hal yang luar biasa buat Orado, khususnya Kota Surabaya, “terang dia.
Pada kesempatan itu, Rio juga berpesan kepada peserta Kejurcab agar menyamakan persepsi terkait aturan. Orado Kota Surabaya juga akan terus bergerak sosialisasikan aturan olahraga domino. Karena aturan tersebut nantinya akan menjadi sebuah kesuksesan ketika bertanding. Selain itu, dia juga meminta kepada seluruh peserta Kejurcab untuk menjunjung tinggi sportivitas olahraga. “Jangan lupa siapkan mental dan stamina agar bisa tampil optimal di kejuaraan nanti,” pungkas dia.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Kejurcab, Hadi berharap Kejurcab yang pertama ini akan berjalan lancar. Untuk itu, para peserta diharapkan on time di lokasi pertandingan dan mematuhi semua regulasi karena akan memperlancar jalannya pertandingan. “Saya harap para peserta on time, sehingga pertandingan bisa selesai sesuai target. Selamat bertanding dan mempersiapkan strategi untuk menuju kemenangan,” tandas dia.
Salah seorang wasit, Faris menyampaikan, bahwa pada Kejurcab ini, Orado Kota Surabaya memiliki peraturan atau regulasi yang namanya The Law of Dominion 101. ” Jadi 32 tim nanti akan bertanding secara serentak menggunakan 16 meja. Pertandingan menggunakan sistem gugur. Peserta yang mencapai poin 101 dinyatakan menang atau lolos ke babak berikutnya, ” pungkas dia. KBID-BE

