
KAMPUNGBERITA.ID- Target pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya ditingkatkan dari 65.000 menjadi 130.000 peserta. Pelaksanaan pun diundur 20 Juni 2026 guna memastikan kegiatan berjalan maksimal.
Hal ini disampaikan Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya, Siti Mariyam usai rapat koordinasi dengan OPD-OPD, Camat dan Perwakilan Sekolah di ruang rapat paripurna lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (18/3/2026) petang.
Seperti diketahui, anggota Pramuka dari golongan Siaga hingga Penegak akan dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda sekaligus melaksanakan kegiatan membasuh kaki orang tua secara serentak di 31 Kecamatan se-Surabaya.
Kegiatan ini juga disertai peragaan semapur dengan target 45.000 peserta yang akan memecahkan rekor MURI. Slogan yng diusung adalah “Pramuka Surabaya Hebat, Indonesia Kuat, Wani…Wani…Wani”.
Dia menjelaskan, awalnya acara dijadwalkan 2 Mei bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya. Namun seluruh OPD dan masyarakat dikerahkan untuk perayaan tersebut, sehingga diputuskan mundur pada 6 Mei.Ternyata pada tanggal tersebut yang menerima MURI yaitu, Eri Cahyadi sedang menjalankan ibadah haji. Akhirnya menunggu kepulangannya, yakni 11 Juni. Karena pihaknya ingin kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Eri Cahyadi yang juga Wali Kota Surabaya, maka pelaksanaannya ditetapkan 20 Juni.
Menurut Siti Mariyam, pengunduran ini bukan karena faktor apa, tapi strategi untuk memantapkan persiapan. “Pak Armuji sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Surabaya tidak mau kalah. Marwah 65.000 itu adalah hari jadi Pramuka, akhirnya kembali ke awal yaitu 130.000 peserta,” ungkap dia.
Untuk itu, Siti Mariyam yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya menyatakan, link pendaftaran yang sempat ditutup kini dibuka kembali dan akan ditutup pada 10 Juni. Setelah itu dilakukan pemetaan sekolah dan kecamatan. “Jadi, setiap sekolah minimal 200 peserta dengan lapangan yang layak. Kalau sekolah tidak cukup, bisa digabung. Untuk kecamatan, kami sudah memetakan lapangan yang ada. Yang belum punya tempat seperti di pusat kota, rencananya bisa di Balai Kota atau Tugu Pahlawan,” beber dia.
Gladi sudah dilakukan di Unitomo dan akan dilanjutkan minggu depan di Surabaya Barat khusus untuk SMA agar pelaksanaan benar-benar siap. Untuk kategori Garuda, politisi senior PDI-P ini menyebut, sudah mengantongi 1.400 peserta dari SMA dan perguruan tinggi. Mereka diwajibkan hadir bersama orang tua karena prosesi pengalungan medali menjadi momen kebanggaan keluarga. “Kalau Garuda itu harus hadir. Karena ini adalah sekolah Pramuka dan lolos. Orang tuanya bangga, orang tuanya yang mengalungkan sebagai medali,”tandas dia.
Siti Mariyam optimistis target 130.000 tercapai. Saat ini sudah terkumpul 60.000-an peserta, ditambah komitmen 10.000 dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan 10.000 dari SMA. Sisanya akan dipenuhi dari dinas cabang provinsi, dan pihak swasta. “Yang menginstruksikan adalah dinas terkait, bukan semata-mata Kwarcab. Kita bersama-sama menjaga Surabaya, mengukir sejarah Pramuka Surabaya menjadi barometer Pramuka Indonesia,” pungkas dia.
Sementara Ketua Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Armuji mengakui pengunduran jadwal dilakukan agar persiapannya lebih matang lagi . “Jadi hanya masalah waktu saja, bukan kendala apa-apa. Hal ini agar hasilnya benar-benar maksimal, bisa mencapai 130.000 peserta,”tegas dia.
Menurut dia, rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan dan memastikan itu sejarah itu akan diukir di Surabaya. KBID-BE

