KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Komisi D Minta Dinkes Surabaya Maksimal Jalankan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i.@KBID-2025

KAMPUNGBERITA.ID-DPRD Kota Surabaya menilai Kota Surabaya belum maksimal alias masih adem ayem dalam menjalankan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun yang merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

Untuk itu, Komisi D DPRD Kota Surabaya dalam rapat Koordinasi Pelayanan Kesehatan pada Kamis (27/2/2025) mendorong Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina agar lebih all-out dalam menjalankan program tersebut.

Menanggapi ini, Nanik Sukristina mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya termasuk pengaturan jejaring koordinasi, penyediaan fasilitas, dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan PKG Hari Ulang Tahun dengan sebaik-baiknya.

“Program PKG ini memang baru dilaunching dan kita berupaya untuk menyiapkan sebaik-baiknya karena ini hadiah atau reward untuk masyarakat yang berulang tahun,”ujar dia.

Nanik menyatakan, masyarakat yang selama ini datang ke puskesmas hanya karena sakit, harapannya ini bisa menimbulkan budaya bahwa datang ke puskesmas bukan untuk mengobati penyakit, tapi untuk preventif atau mencegah.

“Jadi untuk mengetahui kondisi tubuh kita apakah fit atau tidak. Sebenarnya fungsi dari PKG sendiri adalah untuk screening, untuk mengetahui kondisi tubuh kita. Kebetulan dipaskan dengan momen saat ulang tahun,” jelas dia.

Untuk pelaksanaan PKG di Kota Surabaya sendiri, jelas Nanik, sebenarnya kalau di tingkat Provinsi Jatim itu jumlah yang mendaftarkan diri mencapai 13,15 persen. Sedangkan total kehadirannya 13, 90 persen.

Berdasar data dari Pusat, di Jawa Timur yang mendaftar program PKG ini 34.662 orang, sedangkan yang hadir 19.545 orang.

“Surabaya sendiri jumlah yang sudah mendaftar 4.559 orang dan yang hadir 2.742 orang atau 59,92 persen yang sudah memeriksakan dari yang sudah mendaftar. Jadi Surabaya menempati urutan terbesar dibanding kabupaten/kota di Jatim, ” beber dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, tingginya animo masyarakat terlihat dari cara mereka mendaftar lebih awal. Ada yang ulang tahun April atau Oktober mereka sudah mendaftar di Aplikasi Satu Sehat Mobile.

“Seperti kemarin di Puskesmas Tambakrejo ada 19 orang, kemudian Puskesmas Tanah Kali Kedinding lima orang. Artinya, setiap hari bervariasi di masing- masing puskesmas. Untuk 63 puskesmas di Surabaya semua melakukan pelayanan kesehatan. Sehingga masyarakat bisa memeriksakan di puskesmas, ” jelas dia.

Kenapa yang mendaftar kok sedikit, padahal kalau dilihat warga Surabaya ulang tahun di hari yang sama, menurut Nanik, Dinas Kesehatan sebenarnya sudah koordinasi dengan Dispendukcapil . Misalkan ada data masyarakat yang yang ulang tahun dalam sebulan ini siapa saja, by name dan by addres. Kalau Dinkes dapat data-data tersebut tentu akan lebih baik lagi.

Menurut dia, Dinkes Surabaya sudah mengupayakan untuk mendapatkan data-data tersebut, termasuk mengundang rapat Dispendukcapil, tapi sampai sekarang Dinkes belum mendapatkan data-data tersebut.

“Kalau kita mendapatkan data-data itu, mungkin kita bisa mengontak beliau-beliau yang ulang tahun untuk bisa hadir. Dengan begitu, kita bisa optimalkan masyarakat yang mau untuk memeriksakan kesehatannya,”ungkap Nanik.

Selain itu, lanjut dia, Dinkes juga bisa mengedukasi mereka untuk datang ke tempat guna melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Anggota Komisi D, Imam Syafi’i mengakui memang banyak persoalan kesehatan dengan jumlah penduduk Surabaya berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) pada tahun 2023 adalah 3.009.286 jiwa. Sedangkan
Angka Harapan Hidup (UHH) di Kota Surabaya pada tahun 2020 adalah 74,18 tahun.

Dia mengaku optimistis kalau pelayanan kesehatan, khususnya kalau pelayanan dasarnya baik, tentu bisa saja lebih dari itu (74 tahun).

Namun, politisi Partai NasDem ini membayangkan, kalau banyak orang tua, sedangkan Pemkot Surabaya belum punya kebijakan terhadap mau diapakan para lansia tersebut, akhirnya yang penuh hanya panti-panti jompo. “Ini proyeksinya harus jauh ke sana,”tandas Imam Syafi’i.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, tingkat kehadiran warga Surabaya untuk program PKG 2.732 orang. Ini menjadi sorotan tajam Imam Syafi’i.
” Saya enggak tahu ini relatif. Kalau dibilang cukup berhasil, apakah berhasil? Kalau cukup besar, apakah besar kalau pembandingnya adalah Provinsi Jatim, “tutur dia.

Mantan jurnalis ini lebih senang berbicara fakta dan angka. Menurut dia, penduduk Surabaya 3.009.286 kalau dibagi 365 hari, itu ketemu 8.240 sekian.

“Saya membayangkan setiap hari ada 8.000 yang ikut dalam program PKG. Sekarang kan hanya 2.723 orang, jauh sekali. Ini kita bandingannya per hari lho,” tutur dia.

Kalau program PKG Hari Ulang Tahun ini dilaunching 10 Februari 2025, diakui Imam Syafi’i, ya dibandingkan sebulan saja. Kalau tanggal 10 ya ketemu 10. Sebetulnya sudah sebulan lebih, apalagi prosentasenya kecil.

Lebih jauh, Imam Syafi’i yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya ini menyebut dengan masih rendahnya tingkat kehadiran warga Surabaya ke puskesmas-puskesmas untuk mengikuti program PKG ini, maka muncul pertanyaan, jangan-jangan sebenarnya program PKG ini sulit dilaksanakan atau memang Pemkot Surabaya belum siap melaksanakan.

Sama dengan program Makan Bergizi Gratis(MBG). Sekarang ini baru 10 sekolahan dari sekian ratus atau bahkan ribuan sekolah di Surabaya yang dapat MBG. Ini programnya, atau Pemkot Surabaya yang belum siap.
“Kesehatan ini kan lebih gampang dari MBG, ” tegas dia.

Ketika program PKG ini dilaksanakan, Imam Syafi’i mengaku belum menemukan, pasti butuh anggaran. Masak sih enggak butuh anggaran.

Maksud Imam Syafi’i, kepala puskesmas di Surabaya kalau ada program baru jangan hanya siap siap saja. “Ini bukan institusi militer, ini institusi sipil. Kalau militer siap enggak siap harus siap. Kalau panjenengan siap dengan syarat, tidak siap karena apa? Ketika diberi target untuk melaksanakan sesuatu itu harus dikalkulasi, saya siap dengan syarat. Misalnya harus apa, harus apa, itu baru fair. Kalau kemudian syarat itu tak dipenuhi, tapi kita harus memenuhi atau menjalankan target tersebut, kan susah. Yang terjadi adalah kejadian yang kita temui saat sidak ke puskesmas kemarin, sumber daya manusia (SDM) kurang, dan pasien sepi, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Kapolda Jatim Beri Semangat Warga Terkonfirmasi Covid-19 di Rusunawa Cinde Kota Mojokerto

RedaksiKBID

Cegah Penyebaran Polio, Pemkab Bojonegoro Canangkan Imunisasi Ulang Serentak

DJUPRIANTO

Raperda Kepemudaan Harus Disahkan, Pansus: Surabaya Bisa Jadi Pilot Project Kota Layak Pemuda.

RedaksiKBID