KampungBerita.id
Madrasah Teranyar

Diduga Pungli Seragam Sekolah, Kasek SDN Wates V Langsung Dicopot

Wawali Suyitno beri warning keras hampir seratus kasek SD-SLTPN pasca terungkapnya dugaan praktik pungli di SDN Wates V.

KAMPUNGBERITA.ID – Kepala Sekolah (Kasek) SDN Wates V Kota Mojokerto dicopot dari jabatannya. Oknum kasek itu diduga bertanggungjawab atas terjadinya dugaan praktik pungutan liar dengan dalih pengadaan seragam sekolah sebesar Rp 400 ribu terhadap wali murid. Pasca terungkapnya kasus ini, oknum tersebut langsung dicopot dari jabatannya.

Pengadaan seragam ini memanfaatkan momen daftar ulang siswa kelas I yang digelar Juli ini, dan segera dianggap menyimpang dari ketentuan.

Kasus ini terungkap setelah munculnya pengaduan beberapa wali murid kepada wawali Suyitno. Keluhan wali murid ini disampaikan kepada orang nomer dua di Pemkot itu di rumah dinas sang wakil walikota.

“Saya diwaduli wali murid yang datang ke rumah dinas. Itu orang nggak mampu loh. Jangan seperti itu. Mereka butuh seragam itu,” ungkap Wawali Suyitno dalam ratas, Senin (30/7) lalu.

Mencuatnya kasus ini ke publik membuat Suyitno merasa terpukul. “Program kita sekolah gratis. Kerja itu sesuai relnya apa. Soal ini biar urusan Inspektorat. Silahkan ditangani Diknas- BKD-Inspektorat, nanti laporkan saya (hasilnya),” tambahnya.

Ia mengatakan, masalah ini sudah ia sampaikan ke Walikota baru. “Masalah ini saya sampaikan ke walikota baru, ini tadi di ruangan saya. Dan soal kebijakan seperti ini, wali kota baru sudah oke. Kita nggak main-main soal pendidikan,” tandasnya.

Suyitno minta kasek berjalan sesuai rel.”Harus sesuai rel, dan jalin keakraban antara Kadiknas dan guru. Harus nyambung. Saya ini orangnya keras, kalau nggak diseneni yo nggladur,” imbuhnya kemudian.

Wawali tak menampik jika pungli ini berkaitan dengan kandasnya pengadaan seragam dinas beberapa tahun terakhir. Namun ia memastikan jika pengadaan seragam gratis akan kelar. “Saya sudah tanya kepala dinas kapan lelang seragam itu. Dan sekarang sudah masuk tahap lelang. Pasti tahun ini terealisasi,” katanya.

Dalam ratas tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wakhid mengakui adanya dugaan praktik pungli tersebut. “Memang terjadi di SDN Wates V, Rp 400 ribu, ada buktinya berupa tarikan untuk seragam yang memang tidak dicover,” paparnya.

Menurut ia, langkah yang telah dilakukan orangnya sudah kita non jobkan. “Dan polres sudah paham, dimonitor,” jelasnya.

Ia menambahkan tarikan yang terjadi di SDN Wates 5 tidak bisa dibenarkan dan pihaknya sudah menemukan bukti terkait rincian tarikan tersebut.

“Untuk sementara jabatan Kepala SDN Wates 5 akan saya ambil alih, akan saya lakukan pendampingan dan kepala sekolah akan diproses untuk di-nonjob-kan,” pungkasnya. KBID-MJK

Related posts

Mayat Mr X Ditemukan Mengambang di Waduk Kalimati, Kondisi Tangan Terikat

RedaksiKBID

Jelang PTM, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Diprioritaskan untuk Guru

RedaksiKBID

Ning Ita Ajak Warga Kota Tambah Pengetahuan tentang Pencegahan Korupsi

RedaksiKBID