
KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI-P, Baktiono, meminta kepada Pemkot Surabaya agar revitalisasi Pasar Keputran sisi Selatan yang konon menelan anggaran Rp 7,7 miliar dilakukan dengan desain berkelas yang selaras dengan karakter kawasan di pusat kota.
Apalagi, Pasar Keputran sisi Selatan berdekatan dengan kawasan Jalan Darmo, Keputran, dan Dinoyo yang dipenuhi bangunan peninggalan zaman Belanda. “Jadi pembangunan Pasar Keputran Selatan ini jangan dilakukan secara asal-asalan,” tegas dia mengingatkan.
Menurut Baktiono,
Pasar Keputran Selatan memiliki posisi strategis karena berada di tengah kota dengan bangunan yang dinilai masih bagus. “Apalagi area di situ juga banyak bangunan peninggalan zaman kolonial yang masih kokoh dan bagus,” kata dia.
Baktiono menegaskan, potensi tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara jika penataan dilakukan dengan tepat. Jadi, itu otomatis akan menjadi jujukan wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung untuk melihat bangunan di kawasan tersebut. “Jadi, sekali lagi, bangunan Pasar Keputran sisi Selatan itu nantinya harus menyesuaikan,” tandas dia.
Lebih jauh, Baktiono menegaskan, revitalisasi pasar tidak boleh disamakan dengan pasar baru yang didirikan warga atau LPMK di dalam kampung. Lantas bagaimana desain Pasar Keputran sisi Selatan yang sempat ditunjukkan ke Komisi B saat hearing lalu? Baktiono secara blak-blakan menilai tidak cocok dengan lingkungan sekitar. “Kalau asal dibangun seperti desain yang pernah disampaikan di Komisi B, itu tidak sesuai. Tidak serasi dengan area yang ada di sekitar situ,”tutur dia.
Untuk itu, politisi senior PDI-P ini menyarankan agar bangunan Pasar Keputran sisi Selatan mengikuti standar Belanda, Eropa, maupun internasional. Dia bahkan menyebut anggaran akan disetujui jika desain yang diajukan dinilai luar biasa. “Jadi Pasar Keputran sisi Selatan bangunannya harus benar-benar standar Belanda atau Eropa,”ucap dia.
Revitalisasi Pasar Keputran sisi Selatan yang ditargetkan selesai akhir September 2026 merupakan bagian dari program penataan pasar tradisional agar lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Di lantai 1 sendiri akan ditempati 324 pedagang, sedangkan khusus di lantai 2, bangunan akan dibuat stan untuk menampung pedagang baru, terutama PKL yang jumlahnya kurang lebih 60 orang. KBID-BE

