
KAMPUNGBERITA.ID
Anggota DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail menyatakan siap membantu pelaku UMKM di wilayah RT 05, Kelurahan Patemon, Kecamatan Sawahan, dengan memberikan bantuan modal sebesar Rp 300 ribu per titik usaha. Namun bantuan dari dana pribadi tersebut baru bisa diberikan tiga bulan ke depan.
Hal ini disampaikan Ghofar Ismail saat Reses Masa Sidang ke-2 Masa Persidangan ke-3 Tahun 2026 Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya di Petemon RT 05, Jumat (22/5/2026) petang, menanggapi aspirasi warga terkait kesulitan permodalan usaha kecil.
Menurut politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini, banyak warga pelaku UMKM merasa berat untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) meski sudah disosialisasikan secara gencar. “Kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini lagi sulit. Mereka sepertinya masih berat utang di bank atau yang ditunjuk. Tapi saya berharap agar warga jangan sampai terjebak oleh bank thitil yang bunganya mencekik,” ujar dia.
Ghofar menjelaskan, bantuan permodalan akan disalurkan setelah timnya melakukan survei door to door untuk memastikan penerima benar-benar memiliki usaha di rumah. “Ya, nanti ada tim survei dari kami yang akan menyeleksi, apakah benar punya usaha di bedak-bedak depan rumah atau Tidak,” ungkap dia.
Selain permodalan Ghofar yang juga Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya menjelaskan, bahwa warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengadaan terop. Untuk itu, dia mendorong warga mengusulkan kebutuhan tersebut melalui dana kelurahan (dakel) yang digelontorkan Pemkot Surabaya sekitar Rp 2 miliar setiap tahun. “Ya, dana kelurahan itu bisa dimanfaatkan kepada RT untuk mengusulkan berupa terop yang ada di wilayah RT-RT di Kelurahan Petemon untuk dibuat kegiatan-kegiatan di wilayah RT tersebut,” ungkap dia.
Jika usulan melalui dana kelurahan tidak terealisasi hingga 2029, Ghofar berjanji akan merealisasikan pengadaan terop menggunakan anggaran pribadi. Karena itu suara warga RT 05 harus maksimal.
Penegasan Ghofar ini menjawab keluhan salah seorang warga bernama, Hana yang mengaku saat reses anggota DPRD dari partai lain menjanjikan terop, tapi tak pernah terealisasi hingga sekarang ini. Untuk itu, kehadiran Ghofar jadi harapan dan tumpuan untuk mewujudkan adanya terop di RT 05.
Lebih jauh, Ghofar juga menyampaikan bahwa hubungan DPRD dan Pemkot Surabaya sangat harmonis. Karena itu, dia mengajak warga RT 05 menjaga kerukunan dan menghindari kubu-kubuan. Hal ini agar pembangunan bisa berjalan bersama. “Tidak boleh ada kubu-kubuan, sudah tidak zamannya lagi. Sekarang waktunya bersama-sama membangun dan mewujudkan program-progran di wilayah RT 05. Program tersebut tidak usah muluk-muluk, yang penting bisa dinikmati warga,”tegas dia.

Pada kesempatan itu, Ghofar juga menjelaskan program-program Pemkot yang bisa dimanfaatkan warga Surabaya secara gamblang. Mulai dari pendidikan, kesehatan, UMKM dan pelatihan kerja, pavingisasi, saluran air, penerangan jalan umum (PJU) dan lainnya. “Jadi semua program itu menggunakan anggaran APBD Kota Surabaya, bukan uang partai politik. DPRD bertugas menjembatani usulan, sementara eksekusi dilakukan oleh Pemkot Surabaya,” jelas dia. KBID-BE

