KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Pengurus YPI Cokroaminoto Minta Maaf ke Pemkot Surabaya

Ketua YPI Cokroaminoto, Alfiyatus Solichah bertemu Wali Kota Eri Cahyadi dan meminta maaf karena gedung sekolah lantai 2 belum memiliki IMB sehingga disegel Satpol PP.

KAMPUNGBERITA.ID-Buntut ramainya pemberitaan disegelnya bangunan lantai dua SD/MI Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Cokroaminoto di Jalan-jalan Petukangan Tengah 37, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir oleh Satpol PP Kota Surabaya, akibat tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), akhirnya mendapat perhatian dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Tak ingin persoalan ini terus berlarut, akhirnya Eri Cahyadi mengundang langsung pengurus YPI Cokroaminoto Surabaya sekaligus Ketua RW setempat untuk duduk bersama mencari solusi persoalan ini. Bahkan, pertemuan yang berlangsung di ruang kerja wali kota, Kamis (19/1/2023) juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti.

Usai pertemuan, Ketua YPI Cokroaminoto, Alfiyatussolichah menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot Surabaya dan mengaku salah. Dia mengaku jika bangunan lantai dua gedung YPI Cokroaminoto Surabaya belum mengantongi IMB.

“Alhamdulillah pertemuan hari ini menurut kami menyenangkan dan membuat kami lega. Pertama kami mohon maaf Pak Wali, kami salah membangun lantai dua. Dengan pertemuan ini, kami segera koordinasi dengan para pekerja teknis, kami akan hentikan,” kata Alfiyatussolichah usai pertemuan di Balai Kota Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Dia membeberkan jika kondisi lantai satu bangunan SD-SMP YPI Surabaya kondisinya juga rusak parah. Karena itu, setelah pertemuan ini, pihaknya akan fokus melakukan perbaikan lantai satu sembari menyelesaikan IMB untuk pembangunan pada lantai dua.

“Karena memang lantai satu rusaknya total, rayap, dan sebagainya. Insya Allah kita akan kebut nanti. Intinya kegelisahan ini bisa selesai, Alhamdulillah terjawab, ada solusi dari Pak Wali,” ujar Alfi, panggilan Alfiyatussolichah.

Makanya, Alfi juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi karena telah mengajak duduk bersama mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Sebab, dirinya juga tidak ingin anak didiknya terus berlarut menjalani pendidikan dengan kondisi bangunan yang tidak layak.

“Saya berharap juga dengan ini, adik-adik bisa segera pindah ke tempat sekolah kita ini. Sehingga tidak berlama-lama lagi dan Alhamdulillah hari ini kami bertemu Pak Wali, saya matur nuwun (terima kasih) sekali,” ungkap dia.

Guna mengakomodir sementara anak didiknya agar bisa tetap belajar di ruang kelas di lantai satu, pihaknya berencana menerapkan shift sekolah. Menurut Alfi, keputusan ini juga berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Surabaya dan Departemen Agama (Depag).

“InsyaAllah nanti kita rapatkan, kita akan bentuk shift. Dengan jumlah belajar sekian dan ruang belajar sekian, memang diusulkan pengawas Diknas dan Depag untuk dibuat shift. Yang bersifat pengkayaan, elaborasi itu bisa tetap di rumah. Tapi yang materi utama itu tetap di kelas,”tutur dia.

Sementara Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, bahwa pengurus YPI Cokroaminoto Surabaya sepakat untuk menghentikan sementara pembangunan pada lantai dua gedung sekolah. Sedangkan renovasi pada lantai satu, dapat dilanjutkan karena bangunan ini sudah berdiri sejak lama.

“Ketika lantai satu ada kerusakan, diperbaiki tidak apa-apa. Tapi lantai dua harus berhenti dulu sampai ada IMB. Setelah berhenti saya bilang, yang lantai satu rusak-rusak bangunkan dulu tidak apa-apa, sambil menunggu persyaratan (IMB) dimasukkan untuk membangun lantai dua,” kata Eri Cahyadi

Dia menegaskan, sejak Juli 2022, proses belajar mengajar para siswa dipindahkan sementara oleh pihak yayasan. Sebab, kondisi ruangan kelas pada lantai satu mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan renovasi.

“Jadi kenapa anak-anak sekolah dipindahkan dulu, karena lantai satu kerusakannya parah sehingga perlu renovasi, sehingga dipindahkan dulu. Jadi bukan perkara (lantai dua) disegel, mereka (siswa-siswi) dipindah,” beber Eri Cahyadi.

Sedang Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti bersyukur ada solusi terkait yang persoalan bangunan SD-SMP YPI Cokroaminoto Surabaya. Reni memastikan, Pemkot Surabaya dan DPRD memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak-anak di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah saat ini, karena kebijakan dari Pak Wali, sudah dirasakan hasilnya. Dan Alhamdulillah sudah ada solusi, sudah klir, semoga tidak lama lagi anak-anak sudah bisa mendapatkan suasana belajar lebih layak, menyenangkan dan terbaik,”pungkas dia. KBID-HMS/BE

Related posts

Sidak RS Mayapada, Komisi A Kritisi Andal Lalin

RedaksiKBID

GP Ansor Dukung Kader Potensial Maju Pilkada Jatim 2020

RedaksiKBID

Jelang Penerapan PSBB di Surabaya, IKA SMP 25 Bagi Takjil dan Masker

RedaksiKBID