KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Perjelas Riwayat Tanah, Komisi C akan Undang BPN untuk Selesaikan Sengketa Tanah di Kali Kepiting

Warga Kali Kepiting
Perwakilan Komisi C saat membuka buku kretek untuk mengetahui riwayat tanah warga.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Setelah membuka buku riwayat tanah (kerawangan) di Kelurahan Pacar Kembang guna menyelesaikan sengketa lahan di Jalan Kali Kepiting 23 dan 25 (belakang) , Rabu (13/10/2021), Komisi C DPRD Kota Surabaya bakal mengundang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya pada rapat hearing berikutnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Niam yang ditugasi mengawasi ajang pembuktian tersebut mengatakan, kedua keluarga yang bersengketa Doel Rachman dan Sulastri hadir dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Pacar Kembang untuk membuka buku riwayat tanah yang disaksikan ketua RT/RW setempat, termasuk Camat Tambaksari Ridwan Mubarun dan Lurah Pacar Kembang M Arif

Hasilnya?
“Dari riwayat tanah, pihak Doel Rachman mengaku memiliki surat kepemilikan yang dikeluarkan pada 1938. Problemnya adalah buku letter C yang dimiliki oleh pihak Kelurahan Pacar Kembang adalah tahun 1974. Sehingga tidak nyambung. Sedangkan dari buku kretek nomor 234 Tahun 1974 itu kepemilikannya atas nama Sulastri,” terang Ghoni, Rabu (13/10/2021).

Melihat fakta seperti itu dan sikap kedua pihak yang tidak akur, lanjut Ghoni, Komisi C berharap nantinya sudah tidak ada permasalahan lagi, terkait persoalan tanah tersebut. Kedua belah pihak bisa berdamai untuk kepentingan umum, kepentingan akses jalan di lokasi tersebut.

“Komisi C merekomendasikan untuk melaksanakan hearing lagi untuk memperjelas riwayat tanah dengan mengundang Badan Pertanahan (BPN). Dari situ akan diketahui antara surat tanah yang dimiliki Doel Rachman dengan hasil pembukaan buku kretek di kelurahan hari ini,” papar Ghoni.

Politisi muda PDIP ini menegaskan, setelah nanti ada kejelasan riwayat tanah, Komisi C berharap keduanya ikhlas menerima kesepakatan bersama demi kepentingan masyarakat sekitar.

“Setelah ada keterangan dari BPN kami berharap agar keduanya bisa legowo. Ini untuk kepentingan masyarakat sekitar terkait akses jalan setempat,” pungkas Ghoni. KBID-BE

Related posts

Dilecehkan PT GoCi, Komisi C Siap Laporkan Sengketa Kepemilikan Lahan di Dukuh Pakis ke Satgas Mafia Tanah Polda Jatim

RedaksiKBID

Wabup Mojokerto: Peran Zakat Entaskan Kemiskinan

RedaksiKBID

Tak Ada Gunung Meletus di Surabaya, Warga Rungkut Kidul Dihujani Debu Limbah Pabrik

RedaksiKBID