KampungBerita.id
Politik & Pilkada

Pilwali Surabaya Kian Panas, Wayan Titib Ingatkan Kasus Jalan Gubeng

I Wayan Titib Sulaksana.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Persaingan sejumlah individu dalam merebut tiket maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya kian panas. Sejumlah nama yang santer bakal ikut bertarung dalam bursa Pilwali pun tak luput dari perhatian kalangan akademisi.

Dosen hukum Universitas Airlangga I Wayan Titib misalnya. Dia menilai, sosok-sosok yang saat ini digadang maju dalam Pilwali harus bersih dan tidak memiliki cacat hukum.

Secara khusus, Wayan Titip menyoroti santernya nama Kepala Bappeko Eri Cahyadi yang dikabarkan akan maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

Menurut Wayan, fenomena Eri yang santer disebut cocok menjadi penerus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih belum memenuhi kriteria pemimpin Kota Pahlawan. Menurutnya, banyak pejabat yang lebih baik dan tanpa cacat hukum yang bisa didorong untuk maju dalam Pilwali.

Dia mengingatkan kasus amblesnya jalan Gubeng yang sempat menyebut keterlibatan Eri Cahyadi. Selain Eri saat itu nama anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Bernardi juga turut disebut. Dan keduanya sudah pernah diperiksa pihak kepolisian Polda Jatim sebagai saksi.

Nama Eri turut disebut karena dia dianggap tahu persis proses perizinan gedung sebelah RS Siloam. Sebab, sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Eri merupakan kepala di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Kota Surabaya yang membawahi perizinan.

Dalam perkara ini Eri sudah diperiksa dua kali. Yaitu, oleh pihak penyidik Polda Jatim dan yang kedua oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya.

Wayan beranggapan jika sudah bukan rahasia umum lagi, dalam urusan perizinan banyak kepentingan pemberi izin. “Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Pada tahap ini sudah lazim terjadi gratifikasi, pemerasan oleh pemberi izin. Semisal pungli, untuk itulah kenapa dinas perijinan menjadi lahan basah bagi ASN,” bebernya.

Sebab itu, lanjut dia, dalam keseharian ASN di bagian perizinan jauh lebih makmur dari ASN di dinas lain. Hal itu juga bisa dilihat dari gaya hidup keseharian.

Wayan berharap calon wali kota Surabaya nanti adalah orang yang bersih. Karena bagaimana pun juga itu akan memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi lagi di masyarakat.

Sebelumnya, hasil polling terbaru di Pilwali Surabaya menunjukkan jika sosok Kepala Bappeko Eri Cahyadi, yang sering disebut mendapat endorsement dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mendapatkan posisi ketiga.

Eri berada di posisi ketiga dengan raihan 7.1 persen. Tepat diatas Eri, ada nama Fandi Utomo dengan 46 persen dan Laksamana Untung Suropati dengan 13.5 persen.

Sosok Eri bahkan melewati beberapa nama lain yang santer disebut di bursa Pilwali Surabaya. Sebut saja mereka adalah Gus Hans dan Vincensius Awey. Hasil polling Eri bahkan juga jauh melebihi cucu Bung Karno, Puti Guntur. Hingga berita ini ditulis, polling masih bisa dilakukan melalui https://pollingkita.com/19456. KBID-NAK

Related posts

Hadiri Tahlil Qubro Muslimat dan Fatayat NU di Lumajang, Anang Ajak Penggemar Dukung Khofifah

RedaksiKBID

Partai Golkar Tetap Prioritaskan Kader Sendiri untuk Tarung di Pilwali Surabaya

RedaksiKBID

Tentukan Capres 2019, PAN Tunggu Hasil Pilgub Jatim

RedaksiKBID