
KAMPUNGBERITA.ID-Seminggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H,
PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mencatat ada 143 hewan kurban sudah terdaftar. Jumlah itu mendekati target 200 ekor yang ditetapkan tahun ini, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 170-an ekor. “Alhamdulillah sampai hari ini sudah tercatat 143 ekor. Targetnya kurang lebih 200 ekor-an,” ujar Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (18/5/2026).
Dia menegaskan tahun ini RPH Surabaya hanya fokus melayani jasa pemotongan sesuai komitmen. Dia berharap layanan ini bisa memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Megawati menyatakan, RPH Surabaya ingin mewujudkan harapan customer dengan layanan secara syari dan ihsan. “Semoga kepercayaan konsumen ke RPH semakin tinggi karena melihat kualitas dan pelayanan yang kami berikan,”ungkap dia.
Untuk biaya jasa potong, dia menyebut RPH Surabaya mematok tarif Rp 2 juta untuk layanan sontor atau lepas tulang. Sementara untuk paket jasa kemas dihargai Rp 2,8 juta. “Jasa kemas sudah termasuk potong, cacah, sampai pengiriman. Konsumen sudah menerima daging dalam kemasan 1 kiloan dan siap kirim,” jelas dia.
Terkait kendala, Megawati menyebut tantangan utama adalah memastikan proses pemotongan berjalan baik dan sesuai syariat. Dia menekankan RPH Surabaya membedakan diri dengan memperlihatkan langsung kesesuaian hewan saat pemotongan. “Ini yang membedakan kami dengan tempat lain. Sejauh ini konsumen sudah percaya dengan praktik langsung di lapangan,”tandas dia.
Soal kepindahan RPH Pegirian ke Tambak Oso Wilangon (TOW), apa ada pengaruhnya terhadap jumlah hewan kurban yang dipotong di Idul Adha nanti, Megawati memastikan hal itu tidak memengaruhi jumlah hewan kurban tahun ini. “Jika toh ada kepindahan ke TOW, tidak ada kaitannya dengan momentum kurban. Tidak ada pengaruh,” pungkas dia. KBID-BE

