KampungBerita.id
Politik & Pilkada Teranyar

10 Kader Parpol Lain Gabung Partai NasDem

Gunawan saat menyatakan bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surabaya.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Setelah mengundurkan diri dari pengurus DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jatim, Gunawan memilih bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surabaya.

Ini tentu sangat menguntungkan Partai NasDem mengingat Gunawan yang sempat maju Pilwali Surabaya 2020 lewat jalur independen adalah kader muda yang potensial. Apalagi, pada Pileg 2024 mendatang, DPD Partai NasDem Surabaya punya target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Surabaya. Sementara saat ini Partai NasDem hanya memiliki tiga kursi dan bergabung dengan Partai Demokrat membentuk fraksi gabungan, Fraksi Demokrat-Nasdem.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPD Partai NasDem Surabaya Srihono Yularko ketika dikonfirmasi membenarkan kalau Gunawan gabung dengan Partai NasDem.

“Ya, sepertinya begitu. Hanya saja saya belum ketemu langsung dengan pak Gunawan karena situasi Covid-19. Silakan konfirmasi ke ketua saja (maksudnya Ketua DPD Partai NasDem Surabaya, Robert Simangunsong,red),” ujar dia.

Ketua DPD Partai NasDem, Robert Simangunsong juga membenarkan.

“Iya benar. Saya lihat banyak kader parpol lain senang masuk ke NasDem. Lantaran partai inj kondisinya adem ayem, tak ada gejolak, ” ujar Robert sambil tertawa, Selasa (16/2/2021).

Lebih jauh, Robert Simangunsong menjelaskan, sebenarnya tidak hanya Gunawan saja yang bergabung ke Partai NasDem. Masih ada 10 orang dari partai-partai lain.
” Ya nanti akan kita umumkan secara resmi. Nanti wartawan kita undang. Sabar saja,” ungkap dia.

Gunawan sendiri belum bisa memberikan komentar banyak seputar targetnya di partai yang didirikan oleh Surya Paloh tersebut.

“Silakan tunggu konferensi pers dari ketua DPD NasDem Surabaya saja, ” tandas dia.

Seperti diketahui, pada Pilwali Surabaya 2020, Gunawan mengikuti konvensi atau penjaringan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya di DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tapi akhirnya, Gunawan dicoret dari konvensi PSI karena memilih maju lewat jalur independen (perseorangan) berpasangan dengan M Yasin.

Langkah pasangan M Yasin/Gunawan ini terganjal persyaratan dari KPU Kota Surabaya yang dianggap tak memenuhi persyaratan yakni soal jumlah dukungan. Sehingga mereka tak bisa menjadi kontestan Pilwali Surabaya 2020.

Sementara mantan Ketua DPD PSI Surabaya, Michael Josiah ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu kalau Gunawan bergabung ke parpol lain. “Dia itu dipecat, bukan keluar. Saya tidak tahu kalau dia gabung ke parpol lain. Lebih jelasnya tanyakan ke ketua DPD PSI Surabaya yang baru,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Dewan Bakal Surabaya Intervensi APBD untuk Bantuan SMA/SMK, Risma Pilih Bersikap Hati-hati

RedaksiKBID

Manajamen RS Siloam Cito Siap Lengkapi Perijinan sebagai RS Darurat Covid-19

RedaksiKBID

Alami Kram, Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Kolam Renang Sidoarjo

RedaksiKBID