Akhir November, Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Uji Coba Belajar Tatap Muka Akhir November

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan rencana pembelajaran tatap muka saat diwawancari wartawan.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Dinas Pendidikan Kota Mojokerto akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 30 November mendatang.

Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di kelas ini sengaja digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020-2021.

Wali Kota Mojokerto yang merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ika Puspitasari mengatakan, simulasi untuk persiapan penilaian akhir semester 2020 ini dilakukan selama tiga minggu. “Mulai tanggal Senin 30 November hingga 22 Desember 2020 mendatang,” ungkapnya, Rabu (17/11).

Ning lta sapaan akran wali kota menjelaskan, lembaga Pendidikan di Kota Mojokerto jauh hari telah menyiapkan protokol kesehatan untuk menunjang pembelajaran tatap muka di kelas. Ini Iantaran penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka hukumnya wajib dilakukan oleh lembaga pendidikan. “Jadi kapasitas ruangan diisi sepertiga saja, selain itu harus disiapkan Hand Sanitizer, alat pengukur suhu badan, jaga jarak, kantin tidak boleh buka, tidak boleh ada waktu istirahat, Drooping penjemputan siswa di sekolah dan Iainnya harus disiapkan sesuai protokol kesehatan yang ada di Perwali Nomor 55 tahun 2020,” terangnya.

Sejauh ini penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah justru didukung penuh oleh para wali murid setelah anaknya selama delapan bulan belajar secara dalam jaringan (daring). “Simulasi pembelajaran tatap muka ini menjadi dasar persiapan menghadapi penilaian akhir semester dan menindaklanjuti surat edaran kemendikbud,” jelasnya.

Berdasarkan surat dari kemendikbud 12 november 2020 nomor: 12776/h3/kp/2020 perihal sosialisasi kegiatan simulasi skala besar ubkd dijelaskan bahwa kemendikbud akan mengadakan simulasi ujian berbasis komputer daring (ubkd) untuk seluruh satuan pendidikan. “Ujian sekolah berbasis komputer secara daring kan belum pernah dilakukan, jika tidak disimulasikan dan sosialisasi akan ada banyak kendala. Keputusan nanti apakah memang dilanjutkan full tentu akan dinilai dari hasil simulasi ini,” tegasnya. KBID-FFA