Angka Covid-19 Masih Bertambah, Cak Nur: Kita Masih Dalam Bahaya

Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin dan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji saat bagi-bagi masker di Terminal Purabaya, Sidoarjo. @KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menegaskan, masyarakat masih dalam bahaya covid-19. Meski sudah masuk masa transisi new normal, pandemi covid-19 belum berakhir. Jumlah warga yang terpapar terus bertambah, bahkan tujuh rumah sakit rujukan yang ada di Sidoarjo sudah tidak mampu lagi menampung pasien.

Hal ini disampaikan Cak Nur sapaan akrabnya di sela membagikan masker ke penumpang bus di Terminal Purabaya di Bungurasih, Sidoarjo, Minggu (28/6/2020). Cak Nur mengingatkan warga supaya tidak eforia berlebihan di masa transisi ini. Supaya tetap menjalankan protokol kesehatan dalam semua aktivitas.

“Kita boleh melakukan kegiatan apa saja, beraktivitas apa saja, asalkan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga kesehatan,” cetus Cak Nur

Jika masyarakat terlalu eforia dengan kondisi ini, dan mengabaikan protokol kesehatan, disebutnya, penyebaran covid-19 di Kota Delta akan terus berlanjut. Bahkan bisa lebih parah, dengan jumlah korban yang berjatuhan juga bakal semakin banyak.

Sekarang ini saja, setelah pemerintah semakin agresif melakukan rapid test dan swab test, jumlah pasien covid-19 di Sidoarjo mengalami peningkatan yang luar biasa. Sampai-sampai, tujuh rumah sakit rujukan yang ada, semuanya sudah penuh.

Bahkan dari data yang ada, rumah sakit sudah overload. Sampai ada sekitar 40 orang pasien covid-19 Sidoarjo yang saat ini menjalani perawatan di ruang IGD RSUD Sidoarjo karena ruang isolasi khusus (RIK) sudah penuh.

“Rumah sakit kita sudah penuh, RIK sudah penuh bahkan IGD kita sudah penuh 40 orang yang kena Covid-19 ini,” terang Nur Ahmad.

Melihat kondisi itu, berulangkali pihaknya meminta masyarakat untuk lebih peduli. Tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak ikut terpapar corona.

“Mari, keleluasaan yang telah diberikan pemerintah untuk beraktivitas ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Jangan fleksibilitas ini justru digunakan yang tidak – tidak dan melanggar protokol kesehatan. Ini sangat penting sekali, kalau kita sudah lengah maka bisa terjadi keadaan yang tidak kita inginkan”, jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo membagikan sekitar 10.000 masker di kawasan Bungurasih. Jika ditotal semua, selama pandemi ini sudah lebih dari 2 juta masker dibagikan ke masyarakat.

“Upaya untuk mendisiplinkan masyarakat terus kita lakukan. Hampir setiap hari dan sepanjang waktu. Di tempat keramaian seperti di alun-alun, mal, pasar, dan sebagainya terus kita lakukan. Tapi seperti kita ketahui, masih saja ada saudara-saudara kita yang mengabaikan itu,” terang  Kapolres Sidoarjo, Komberspol Sumardji.

Berulangkali disampaikan, kondisi saat ini masih belum aman. Sidoarjo masih dalam zona merah penyebaran covid-19. Penyebaran terus terjadi dan warga yang terpapar juga terus bertambah dari hari ke hari. KBID-TUR