KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-10, Pemkot Sediakan 1000 Bed Pasien di Asrama Haji


Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama Forkopimda Jatim, mulai dari Wagub Jatim – Emil Dardak, Kapolda Jatim – Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya – Mayjen TNI Suharyanto meninjau Asrama Haji.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dan Kota Surabaya memastikan bahwa ruang ruang untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala klinis ringan cukup. Salah satunya Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Untuk memastikan kecukupan ruang tersebut, Forkopimda Jatim, mulai dari Wagub Jatim – Emil Dardak, Kapolda Jatim – Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya – Mayjen TNI Suharyanto, serta Plt Walikota Surabaya – Whisnu Sakti Buana, meninjau Asrama Haji.

Wagub Jatim – Emil Dardak mengungkapkan, dari laporan Plt Walikota Surabaya – Whisnu Sakti Buana, kapasitasnya cukup memadai untuk mengantisipasi apabila adanya tambahan-tambahan kasus yang besar, yang harus masuk ke Asrama Haji.

“Dengan gejala tanpa gejala tentunya (klinis ringan), kami mengapresiasi yang dilakukan, apa yang menjadi ikhtiar dari Pemkot Surabaya,” ujarnya, Rabu (6/1/2021).

Ia melihat, ada sebanyak 180 ruangan yang memiliki bentuk ruangan menyerupai rumah sakit. Namun sekali lagi Emil menekankan, bahwa yang dirawat di Asrama Haji ini bukan kasua dengan gejala berat, tetapi dengan gejala klinis ringan.

“Dan kami mengapresiasi satu lagi, bahwa Pemkot Surabaya telah memonitor pasien pasien di rumah sakit rumah sakit, di mana yang kondisi klinis yang membaik tapi mungkin swabnya belum negatif, itu bisa kemudian ditransmisikan difasilitasi ini,” tutup Emil.

Sementara itu, Plt Walikota Surabaya – Whisnu Sakti Buana menegaskan, Satgas Pemkot Surabaya siap membantu Provinsi Jatim, dalam penanangan Covid-19 ini. Mengingat Bed Okupansi Rate (BOR) di hampir seluruh Rumah Sakit Rujukan di Kota Surabaya hampir 100 persen.

“Karena memang kondisi rumah sakit yang BOR ICU-nya 100 persen ini harus kita antisipasi. Maka kita membuka lagi kapasitas asrama haji ini menjadi total seribu,” jelasnya.

Bahkan 180 kamar siap untuk perawatan seperti rumah sakit. WS, sapaan akrab Whisnu Sakti menuturkan, pasien yang semula kondisinya harus dirawat di rumah sakit tapi sudah membaik, namun belum negatif swabnya, bisa dipindahkan ke Asrama Haji.

“Disini ada dokter spesialis oncall, dokter jaga 24 jam kita siapkan. Insya Allah kalau fasilitas disini, selama ini lebih cepat pulih karena kondisinya tidak seperti di rumah sakit, kayak liburan. Nah ini yang kita harapkan sembuhnya lebih cepat pulih,” tandasnya. KBID-DJI

Related posts

Pemkab Mojokerto Beri Santunan Keluarga Muhammad Afiansyah

RedaksiKBID

Jokowi-Kalla jadi Saksi Pernikahan Putra-Putri Kepala BNN dan Kepala BIN

RedaksiKBID

10 Hari PSBB belum Efektif, PCNU Kota

RedaksiKBID