Diduga Serangan Jantung, Seorang Muazin Meninggal saat Lantunkan Azan Maghrib

Jasad Abdul Hasan saat akan dievakuasi dari musala.@KBID2020

KAMPUMNGBERITA.ID – Warga Buduran digegerakan dengan meninggalnya seorang muazin saat melantunkan azan maghrib, Sabtu (11/7) lalu.

Diketahui, kumandang azan maghrib yang mengalun dari musala Al Barokah, Buduran saat itu tak selesai dilantunkanDi pertengahan, seruan salat itu tiba-tiba berhenti. Penyebabnya, sang muadzin mendadak tutup usia. Diduga disebabkan serangan jantung.

Muazin itu bernama Abdul Hasan. Setiap harinya dia bertugas melantunkan azan di musala Al Barokah. Aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan. Sejak lima tahun lalu.

Selepas bekerja mengayuh becak, Hasan pulang ke rumah. Pria 43 tahun itu bergegas membersihkan diri. Sebab, dia hendak mengumandangkan Azan.

Pukul 17.00, warga Desa Bireh, Sampang itu sudah tiba di musala. Sembari menunggu waktu magrib, dia membersihkan tempat ibadah tersebut.

Selang setengah jam, dia berdiri di depan pengeras suara. Azan mulai dilantunkan. Namun, di pertengahan, suara panggilan salat itu mendadak putus.

Salah satu saksi, Nanang mengatakan, Hasan tiba-tiba ambruk. Korban tak lagi bernafas. Jamaah salat magrib pun buyar. “Karena khawatir kami panggil polisi dan ambulan,” jelasnya.

Sampai di lokasi, petugas kesehatan bergegas mengenakan baju hazmat. Sejurus kemudian, jenazah dievakuasi. Hasan dilarikan ke RS Pusdikgasum, Porong.

Kapolsek Buduran Kompol Gatot Setiyo menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Hasan. “Masib menunggu hasil otopsi,” jelasnya.

Namun, dia sudah mengantongi sejumlah keterangan. Dari saksi dan keluarga. “Korban punya riwayat sakit jantung. Kemungkinan dipicu itu,” pungkasnya. KBID-TUR