KampungBerita.id
Surabaya

DPRD Surabaya Berharap Pemkot Wujudkan Kota Ramah Anak

Dharmawan.@KBID2018

KAMPUNGBERITA.ID – Banyaknya kasus eksploitasi seksual, kekerasan seksual, hingga trafficking dengan korban anak-anak di Surabaya membuat kalangan DPRD Surabaya resah. Dewan berharap, Pemkot Surabaya benar-benar mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Dharmawan mengatakan, kondisi anak-anak di Surabaya sudah pada taraf yang memrihatinkan dengan banyaknya korban eksploitasi. Seharusnya, kata politisi Partai Gerindra tersebut, hal itu menjadi perhatian semua kalangan.

”Miris, banyak anak usia SMP jadi korban ekspolitasi seksual padahal Surabaya sudah mencanangkan sebagai kota layak anak,” katanya.

Aden, demikian dia biasa disapa-, mengaku terkejut dengan data yang didapat ketika berjunjung ke Polrestabes Surabaya, Senin (2/4).

Ditemani Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily djafar, Aden berdiskusi panjang terkait pengembangan sistem di Polrestabes terhadap penanganan kasus di Surabaya. Di Polrestabes, terdapat Command Centre yang langsung terhubung ke setiap petugas. Sehingga, petugas langsung meluncur ke TKP begitu ada kejadian yang sebelumnya terekam melalui kamera CCTV.

Kompol Lily bahkan menegaskan, memiliki estimasi hanya lima menit petugas sudah berada di TKP ketika ada kajadian.

Selain pengembangan sistem, Aden juga berdiskusi terkiat kondisi anak-anak di Surabaya yang menjadi korban kekerasan seksual. Dia lebih terkejut ketika ternyata ada yang menjadi korban namun sebenarnya menawarkan diri atau sengaja menjual diri.

“Setelah kami selidiki, ternyata memang kehendak korban untuk menawarkan diri melalui online,” ucap Lily.

Bahkan setelah ditelisik lebih jauh, mereka yang ‘pura-pura’ menjadi korban ini ternyata sebelumnya adalah penghuni eks-lokalisasi Dolly.

“Lokalisasi ditutup tapi aktivitasnya kini beralih dengan memanfaatkan jaringan online,” tambah Lily.

Dalam diskusi terungkap, aktivitas prostitusi banyak beralih ke hotel secara short time setelah Lokalisasi Dolly ditutup.

“Ini tidak habis pikir. Ini fenomena yang kerap ditangani kepolisian,” ucap Aden.

Untuk itu, dia berharap semua pihak bersama-sama mencegah agar kondisi semacam itu tidak terus berlangsung dan banyak anak-anak menjadi korban.

Menurutnya, banyaknya hotel di Surabaya harus menjadi perhatian bersama. Sebab, kata dia, keberadaanya tanpa ada pengawasan serius hingga disalahgunakan untuk praktik-praktik prostitusi.

”Banyak petugas mengamankan praktik itu di hotel,” kata Aden.

Dia mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota ramah anak.

“Karena makin hari makin banyak anak-anak terlibat dan mejadi korban eksploitasi seksual,” katanya.

Tak hanya itu, Aden juga menilai perkembangan teknologi informasi (IT) banyak disalahgunakan untuk komersialisasi seksual anak. Semestinya, kata dia, kemajuan IT dimanfaatkan untuk hal-hal positif.

”Terus terang miris mendapati kenyataan di Surabaya banyak snak di bawah umur sudah terlibat dalam prostitusi online,” kata Aden.

Menurutnya, butuh peran orangtua, semua pihak, termasuk pemkot untuk mencegah hal-hal semacam itu.

Untuk itu, ujarnya, Pemkot harus gencar melakukan sosialisasi hingga kelurahan dan kampung-kampung tentang masalah ini. Begitu juga perlunya pencegahan bahaya hubungan seks di luar nikah.

Cak Aden meminta Pemkot Surabaya tak hanya berhenti pada slogan dan tekad mewujudkan Surabaya Kota Ramah Anak. Tapi harus diikuti tindakan konkret mencegah dan melindungi anak-anak dari ancaman eksploitasi.  Perangkat pemerintah yang tersebar hingga kampung-kampung harus ikut berperan dalam menyosialisasikan adanya masalah ini.

“Kami juga mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah menghancurkan masa depan anak,” katanya. (*)

Related posts

Pansus Raperda Inisiatif Penyelenggaraan Jalan DPRD Surabaya Bahas Reklame JPO

RedaksiKBID

Ditutup Imbas Corona, Pedagang Pasar Kapasan Kemasi Dagangan

RedaksiKBID

Musrembang Surabaya Digelar, Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kemiskinan Jadi Program Prioritas

RedaksiKBID