DPRD Surabaya Minta Pemkot Buat Data Base Kesehatan Jelang Pembukaan Sekolah Tatap Muka

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Aktivitas sekolah secara tatap muka di Surabaya akan kembali dibuka. Hal ini setelah kondisi Kota Pahlawan dari waktu ke waktu semakin membaik dari pandemi COVID-19.

Meski Dinas Pendidikan (Dispendik) telah menyelesaikan kajian terhadap sekolah tatap muka, namun Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti tetap mengingatkan agar Pemkot selalu waspada, karena sekolah kembali ketika pandemi masih berlangsung.

Reni tidak ingin terjadi penularan COVID-19 saat sekolah tatap muka dilaksanakan.

Dia pun mengapresiasi respon Pemkot Surabaya atas aspirasi yang disampaikan oleh para orang tua siswa yang menginginkan sekolah untuk segera kembali dibuka.

“Pemkot Surabaya memang harus mendengar dinamika yang berkembang jika sudang menyangkut kebijakan, tetapi harus ada keputusan agar supuya bisa jelas. Oleh karena itu, keputusan itu harus mengacu kepada aturan yang ada dan sedang berlaku,” ujarnya.

Reni meminta agar Pemkot benar-benar menyiapkan aturan mekanisme dalam sekolah tatap muka. Mulai dari bagai mana siswa memasuki lingkungan sekolah, masuk ke dalam kelas, hingga saat beraktivitas di sekolah harus benar-benar diperhatikan. Meskipun pada dasarnya Pemkot telah melakukan simulasi sekolah tatap muka sebelumnya.

“Tinggal bagaimana aturan dan mekanismenya, ini harus disiapkan dengan betul,” tegasnya.

Guna memastikan warga sekolah baik itu siswa, guru, hingga petugas sekolah clear dan tak terpapar COVID-19 baik sebelum maupun saat berlangsungnya sekolah tatap muka, Reni meminta Pemkot untuk membuat data base kesehatan dari para warga sekolah.

“Karena apabila minggu ini sehat, belum tentu minggu selanjutnya juga sehat,” katanya.

Menurut Reni, dengan adanya database tersebut dapat dilihat kondisi kesehatan dari tiap warga sekolah. Kalau perlu, untuk memantau dan melihat data base tersebut melalui aplikasi tertentu sehingga bisa mengetahui secara benar kondisi kesehatan dan domislinya. Akan lebih baik lagi apabila data tersebut juga berisi data kesehatan dari keluarga siswa maupun guru.
Baca Juga: Tempat hiburan tengah kota tiarap, MW Karaoke malah promo Paket Covid

“Saya mendorong Pemkot untuk memiliki data base kesehatan guru yang isinya lengkap, kemudian bisa diketahui betul setiap saat, begitu juga dengan siswa. Siswa dirumah itu kian bisa saja dengan Kakeknyaa atau Neneknya. Artinya, bisa jadi siswa ini sehat namun tinggal dengan orang tua yang rentan. Ini yang juga harus diperhatikan,” jelas Reni. KBID-PAR