Dukung MAJU, Perindo Siap Wujudkan Rumah Sehat dan Indah Bagi Warga Surabaya

Ketua DPD Partai Perindo Kota Surabaya Samuel Teguh Santoso.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Komitmen memperbaiki tempat hunian warga di Surabaya agar sehat dan indah yang menjadi salah satu misi pasangan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) dalam Pilwali Surabaya 2020 membuat Partai Perindo Surabaya tak ragu memberi dukungan.

Hal itu, dinilai sejalan dengan apa yang dipikirkan Perindo dalam menata Kota Pahlawan ke depan.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Surabaya Samuel Teguh Santoso mengatakan, Kota Surabaya sebagai kota metropolitan, masyarakat miskin berhak mendapatkan rumah layak huni yang disediakan oleh pemerintah kota (Pemkot). Yaitu rumah dalam bentuk apartemen (hunian vertical) yang dilengkapi dengan infrastruktur dasar seperti sambungan air minum, listrik dan sanitasi sehat.

“Tanpa relokasi dan merubah icon wilayah tersebut, warga tetap menempati hunian vertical juga tidak merubah status kependudukannya. Tidak cuma itu, warga diberikan sertifikat Hak Guna Bangunan atau HGB yang dapat dijadikan agunan pinjaman untuk modal usaha,” ujar Samuel Teguh Santoso di Surabaya, Senin (5/10).

Tak sampai di situ, Samuel mengaku, pembangunan rumah sehat dan indah tersebut dapat diwariskan kepada keluarganya turun temurun menempati hunian tersebut.

Samuel menuturkan, bahwa rumah sehat dan indah wujudkan harapan warga miskin miliki kawasan tempat tinggal elite. Sehingga berdampak terhadap cara berpikir masyarakat sehat, nyaman dan tentram.

“Kami bersama Pak Machfud menggagas program rumah sehat dan indah guna memperbaiki estetika Kota Surabaya. Tentunya, untuk menata kota ini pemerintah kota dan pengusaha real astate harus hadir mengembangkan kawasan dengan mendirikan hunian vertical,” terangnya.

Hal yang lebih menarik lagi, lanjutnya, rumah-rumah sehat dan indah tersebut dibangun dengan dana APBD Kota Surabaya sebesar 10 triliun. Sedangkan lahan disediakan oleh pemerintah kota, baik melalui mekanisme pembebasan lahan milik warga dengan sistem ganti untung maupun menggunakan lahan aset pemerintah kota.

“Suksesnya pembangunan rumah sehat dan indah bukannya tanpa hambatan. Namun, dibutuhakan edukasi-edukasi bertahap kepada warga untuk merubah prilaku dari lingkungan rumah kumuh menjadi rumah sehat dan indah,” pungkasnya. KBID-DJI