KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Ingin Pelajari Lebih Detail, Anggota Banggar Minta Pembahasan Draf APBD 2023 Sebesar Rp 10,5 Triliun Ditunda

Anggota Banggar DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya menyesalkan draf APBD Kota Surabaya 2023 baru diterima 30 menit setelah menerima undangan rapat.Karena itu, mereka minta pembahasan ditunda.

Anggota Banggar, Aning Rahmawati mengatakan, jika mengacu pada undangan, rapat Banggar sedianya digelar pukul 13.00. Namun, draf rancangan
Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) baru diterima pukul 13.30.

“Sebagai anggota Banggar sebenarnya kami berupaya sebaik mungkin untuk mempersiapkan APBD Kota Surabaya 2023 dengan sangat detail. Kita sudah mempersiapkan bahannya mulai dari evaluasi 20201/2022 dan kita berharap nanti APBD 2023 murni ini persembahan terbaik untuk warga Kota Surabaya,” beber Aning.

Politisi perempuan PKS ini menyebut, draf tersebut nantinya bakal dikritisi dan disinkronisasi dengan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Kota Surabaya, melalui perwakilan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Kita perlu waktu untuk melihat nilainya yang kabarnya mencapai Rp10,5 triliun, itu sinkron enggak dengan aspirasi masyarakat yang dibawa anggota DPRD, baik melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) yang sudah dirapatkan di Musrenbang sebelumnya, ” ungkap Aning yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak akan berhasil untuk mengkritisi, melihat, dan memberikan kebijakan dengan hanya membaca sekilas, tanpa mengoreksi dengan cermat. Maka, dia meminta agar rapat di tunda hingga minggu depan.

“Karena penyelenggara pemerintahan itu adalah Pemkot Surabaya dan DPRD Kota Surabaya. Dua unsur ini tidak bisa berjalan dengan baik karena bahan (draf) yang baru diberikan, bahkan 30 menit setelah undangan.” papar Aning.

Dengan waktu yang singkat tersebut, jelas dia, anggota Banggar belum sempat untuk menganalisa, mencermati kemudian juga bagaimana nanti mengambil kebijakan berikutnya,” tegas Aning.

Hal senada diungkapkan William Wirakusuma. Politisi PSI ini mengatakan, dengan anggaran sebesar Rp 10,5 triliun, pihaknya terlebih dahulu harus mengkaji. Ini agar APBD benar-benar berguna bagi masyarakat.

“Dengan buku tebal ini (800 halaman), kita minta tiga atau tujuh hari untuk mempelajari. Karena kita mau Pak Wali Kota Eri Cahyadi berhasil pada 2023,”tandas William. KBID-BE

Related posts

Pastikan Prosedur Terpenuhi, Reni Astuti Sidak Lokasi Rapid Test dan Swab Massal di Gunung Anyar

RedaksiKBID

Tawarkan Sistem Ozon, Bilik Sterilisasi Disinfektan Dinilai Banyak Efek Samping

RedaksiKBID

Keberadaan Pedagang Pasar Mangga Dua Sulitkan Investor Beli Lahan Sitaan BLBI, KPKNL Susun PP Perubahan  Ambil Alih Jaminan Jadi Aset Negara

Baud Efendi