KampungBerita.id
Headline Kampung Bisnis Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Letupan Aspal di Jalan Pasar Kembang 41 Imbas dari Penanaman Pipa Baru PDAM

KAMPUNGBERITA.ID-Jalan aspal di Jalan Pasar Kembang 41 Surabaya tiba-tiba terjadi letupan mulai retak hingga menjulang pada Selasa (1/7/2023) pagi. Peristiwa ini adalah imbas dari penanaman pipa baru PDAM berdiameter 600 mm.

Sejak Jumat (28/7/2023) lalu, PDAM memang melakukan pengerjaan rehabilitasi pipa.Pekerjaan ini sudah direncanakan sejak lama karena di bawah flyover itu ada pipa yang usianya sudah tua dan sebetulnya ada kebocoran di situ, tapi baru bisa direalisasikan tahun ini karena faktor kesulitan dan sebagainya.

Manajer Rehab PDAM Kota Surabaya , Louis Andilun Gatu menjelaskan bahwa PDAM Surabaya saat ini sedang melakukan rehabilitasi pipa yang sudah berusia puluhan tahun.
Di antaranya, rehabilitasi pipa berusia 69 tahun di Jalan Pasar Kembang.

“Kami mengantisipasi pipa itu sudah korosif. Makanya, pipa itu kami ganti. Karena pipa itu ada di tengah-tengah flyover Pasar Kembang jadi kita susah melakukan maintenance, “ jelas dia..

Lumpur keluar dari letupan jalan aspal.@KBID-2023.

 

Terkait insiden aspal menjulang di lokasi, dia menjelaskan, pihaknya memang telah melakukan pengerjaan rehabilitasi pipa melalui metode horizontal directional drilling (HDD) atau pengeboran terarah horizontal.

“Pipa yang sudah tertanam hingga Selasa (1/8/2023) sepanjang 144 meter dari 246 meter. Jadi, tinggal kurang 102 meter, ” jelas dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, tinggal seperempatnya selesai, tapi ternyata di titik itu tidak kuat menahan tekanan.Padahal pipa sudah lewat.

Dalam proses pengerjaan pipa, kata dia,  memang sejak awal di lokasi ada indikasi air keluar kecil. Air tersebut, kata dia, diperkirakan juga telah mengisi rongga yang mengindikasikan jika struktur tanah kurang baik. “Kita pengeboran di kedalaman 4-5 meter.Akhirnya terisi. Air tidak bisa keluar, akhirnya terdorong ke atas begitu pipa masuk.

“Saya diperintah Pak Dirut hari ini harus bisa menutup,’ ungkap dia .

Soal aspal atau tanah yang menjulang, Louis mastikan akan tetap melanjutkan proses perbaikan dan diupayakan bisa rampung hari ini juga.
“Kami upayakan hari ini selesai.” tandas dia.

Proses penyelesaian jalan aspal yang meletup dan mengeluarkan lumpur.@KBID-2023.

Sementara Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya,  Ir. Arief Wisnu Cahyono
mengatakan, PDAM telah melakukan rehabilitasi pipa sejak 2022 untuk peningkatan pelayanan kepada warga Surabaya. Dilakukannya rehab pipa ini untuk menggantikan pipa lama yang sudah mengalami korosi, berusia tua, sering bocor dan berdiameter kecil.

Sedangkan penyebab terjadinya hal tersebut, Arief Wisnu menjelaskan, diperkirakan karena kondisi tanah berpasir dan berlumpur saat dilakukan penarikan pipa. Rehabilitasi pipa jaringan di Jalan Diponegoro – Jalan Arjuno menggunakan teknik horizontal directional drilling (HDD). Pipa besi DN 600 mm diganti menjadi pipa HDPE DN 600 mm.

”Kami segera melakukan rehabilitasi pipa untuk antisipasi terjadinya bocor di bawah flyover Diponegoro. Kalau terjadi bocor di sana akan sulit penanganannya. Jika tidak segera ditangani, khawatir bocoran air akan menggerus tanah di bawah flyover,” jelas Arief Wisnu.

Hal senada disampaikan Direktur Operasional PDAM Surya Sembada, Nanang Widyatmoko. Dia mengatakan, meskipun terjadi kendala di lapangan, namun tim rehab pipa tetap optimis menyelesaikan target pekerjaan.

“Estimasi pekerjaan untuk ruas ini diperkirakan selesai selama tiga bulan, sejak pertengahan Juli 2023 hingga pertengahan Oktober 2023” terang Nanang Widyatmoko.

PDAM berharap dengan sudah tertanganinya kendala di lapangan dapat melanjutkan pekerjaan rehabilitasi pipa di lokasi tersebut. Meskipun dampak beberapa jam yang lalu sempat terjadi gangguan lalu lintas.

“Karena itu PDAM memohon maaf atas gangguan yang terjadi. Atas pengertian warga sekitar, kami mengucapkan terima kasih,” tandas dia. KBID-BE

Related posts

Banjir dan Macet Bikin Pusing Pemkab Sidoarjo

RedaksiKBID

Harlah GP Ansor ke-84, Ribuan Pemuda Surabaya Bersalawat di Masjid Cheng Ho

RedaksiKBID

Tinggal di Surabaya, Warga Perantauan Diminta Lapor Ketua RT/RW Setempat

RedaksiKBID