Sambut Santri, PMI Semprot Disinfectan ke Beberapa Ponpes di Bumi Wali

Saat salah satu Personil PMI Kabupaten Tuban, menyemprot cairan disinfectan ke ruang pembelajaran

KAMPUNGBERITA.ID – Sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dilakukan penyemprotan disinfectan. Langkah ini sebagai antisipasi menekan potensi transmisi Covid-19 dari para santri dan santriwati, yang rencana masuk kembali ke Pondok Pesantren pada 15 Juni 2020 mendatang.

Salah satunya, Ponpes Ash Shomadiyah yang berada di tengah kota Tuban. Di pondok tersebut selain lembaga informal juga ada formal mulai KB hingga Madrasah Aliyah.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban, Rifan menyebutkan, penyemprotan sesuai surat edaran dari PMI Provinsi Jatim, bahwa pondok pesantren mau membuka aktifitasnya. Sehingga menginstrusikan ke jajaran di kabupaten/kota utk menyemprot pondok pesantren.

“Penyemprotan dilakukan sebelum santri dan santriwati datang ke pondok,” kata Rifan kepada KAMPUNGBERITA.ID, Kamis (11/6/2020).

Rifan mengatakan, rencananya PMI akan melaksanakan penyemprotan ponpes yang berada di empat kecamatan di Bumi Wali meliputi, Kecamatan Semanding, Palang, Jenu dan Tuban.

“Tadi kita semprot mulai ruang kelas, ruang guru, kamar santri dan beberapa gedung yang lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Ash Shomadiyah Tuban, Riza Shalihuddin Habibi mengatakan, Pesantren Ash Shomadiyah siap menjalankan new normal dengan disiplin protokol kesehatan, sebagai upaya untuk mencegah berkembangnya virus Covid-19.

“Alhamdulillah, kita dapat bantuan penyemprotan disinfectan, semoga langkah ini sebagai ikhtiar bersama meminimalisi berkembangnya virus corona,” katanya.

Selain itu, Ponpes akan menerapkan check point di pintu masuk ponpes. Dalam check point, pengurus pondok yang tidak pulang selama Pandemi akan memeriksa suhu tubuh para santri yang masuk. Setelah diketahui ada yang memiliki suhu badan lebih dari batas normal, akan dilakukan tindakan lebih lanjut, untuk mencegah penyebaran.

“Akan kita perketat saat santri yang datang, dengan memeriksa suhu tubuh, dan menerapkan protokol kesehatan lainnya,” ungkapnya. (KBID-Kim)