KampungBerita.id
Headline Peristiwa Teranyar

Siswa SMP PGRI Persekusi Guru, Dewan Minta Disdik Gresik Beri Sanksi

Aksi AA menarik kerah baju guru Nur Khalim di kelas banyak dikutuk. Berselang hari kemudian AA meminta maaf

KAMPUNGBERITA.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengaku prihatin dengan aksi seorang siswa SMP PGRI di Gresik, AA (15) yang berani melakukan persekusi terhadap gurunya. Menurutnya, perlu langkah tegas untuk menghentikan praktik tersebut.

“Perisakan (bully) siswa kepada guru terulang kembali. Saya prihatin dan sedih atas peristiwa tersebut. Harus ada tindakan konkret untuk menghentikan praktik tersebut,” kata Reni di Jakarta, Senin (11/2).

Reni meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melakukan penelusuran penyebab perilaku siswa tersebut. “Dinas Pendidikan harus memberi perhatian serius atas peristiwa tersebut. Harus dicari akar penyebabnya, mengapa siswa memiliki adab yang tak terpuji,” ujarnya.

Pihak sekolah, kata Reni, memiliki tanggungjawab penuh dalam pembentukan karakter anak didik. Jika sekolah memiliki komitmen kuat dalam pembentukan karakter anak, peristiwa tersebut tidak bakal terjadi.
“Jika memang sekolah abai dalam pembentukan karakter, Dinas Pendidikan harus memberi atensi serius terhadap sekolah tersebut,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini juga meminta pemda bersama penyelenggara pendidikan baik swasta maupun negeri lebih serius memperhatikan pembentukan karakter anak didik.

“Penguatan karakter dan akhlak anak didik harus dinomorsatukan, karena pendidikan tidak hanya fokus pada kecerdasan anak didik saja,” tandas Reni.

Viral video seorang siswa yang berani melakukan persekusi terhadap gurunya. Siswa tersebut berinisial AA (15), Siswa SMP PGRI di Gresik mencengkeram kerah baju gurunya yang bernama Nurkhalim saat ditegur karena merokok di dalam kelas.

Kapolsek Wringinanom, AKP Supiyan mengungkapkan AA berani melakukan persekusi terhadap Nurkhalim karena pengaruh teman-temannya.

“Alasannya itu karena pengaruh ‘dikomporin’ temen-temannya. Alasannya itu saja,” kata Supiyan.

Sementara kemarin, Komisi IV DPRD Gresik mendatangi SMP PGRI Wringinanom, di Jalan Raya Wringinanom Kecamatan Wringinanom, untuk menindaklanjuti kasus yang tengah viral, Senin (11/2). Kedatangan rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV Khoirul Huda ditemui langsung oleh Kepala SMP PGRI Wringinanom Rusdi di ruang kerjanya.

Mereka melakukan dialog terkait kasus siswa atas nama Arigo Aris yang menantang gurunya Nur Kalim usai ditegur lantaran merokok dalam kelas saat proses belajar mengajar pada 2 Februari 2019.

“Selain ingin klarifikasi, kami juga ingin menyosialisasikan kepada sekolah kalau Komisi IV tengah membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Menurut Huda, peristiwa ini akan dijadikan Komisi IV sebagai evaluasi dalam membahas Raperda. “Apa yang salah dengan sistem pendidikan kita. Sistem atau apanya yang salah,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Huda juga mempertanyakan sikap sekolah pasca kasus tersebut mencuat. “Apa sanksi sudah diberikan?,” tanyanya.

“Apa sudah ada tatib dan MoU yang dibuat sekolah? Sehingga, kalau ada anak yang melanggar sanksinya jelas,” timpal Reban, Anggota Komisi IV lainnya.

Sementara Noto Utomo, anggota Komisi IV lainnya, meminta agar ada sanksi tegas bagi Arigo Aris yang mem-bully gurunya meski sudah ada akad perdamaian. “Harus ada hukuman, biar tak ditiru siswa lain. Hukuman ini untuk memberikan efek jera kepada anak,” tegasbta.

“Pokoknya harus diberikan sanksi,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Rusdi berjanji akan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran. Ia juga menyatakan telah memberikan sanksi kepada Arigo Aris berupa pembinaan.

Sedangkan soal tatib, Rusdi menyatakan sudah ada. Namun, untuk MoU ia mengakui belum ada. Ia hanya menjelaskan, pasca kejadian ini, siswa tak diperbolehkan membwa Hp ke sekolah.

Ia justru meminta kepada guru-guru di SMP PGRI Wringinanom lebih bersabar menghadapi anak-anak didiknya, seperti yang dilakukan Nur Kalim, meski di-bully oleh siswanya sendiri. “Kami minta guru mengalah dalam segala hal,” terangnya. “Saya berharap tindakan Pak Kalim ini bisa dicontoh guru lain,” lanjutnya.
Namun demikian, Rusdi berjanji akan memperhatikan masukan dari Komisi IV. “Semua masukan komisi kami perhatikan,” pungkasnya. KBID-GRE

Related posts

Momen HJKS ke-732, DPRD Surabaya Sebut Perlunya Percepatan Pemerataan Pembangunan untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Baud Efendi

JK: Pemikiran Rizal Ramli Tangguh, Tapi Tak Digunakan untuk Bisnis

RedaksiKBID

TPS Perkuat Komitmen Pelindo Bersih melalui Sosialisasi SMAP kepada Pengemudi Truk Eksternal

Baud Efendi