KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Soal SLF, Komisi A Peringatkan Jangan Ada yang “Main Belakang”

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Komisi A DPRD Kota Surabaya akan terus memanggil pengelola gedung tinggi di Surabaya secara bergiliran bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, mengingat masih banyak gedung tinggi yang belum memiliki atau menyelesaikan sertifikat laik fungsi (SLF).

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, di Surabaya ada 3.000 gedung tinggi. Dari jumlah tersebut, 500 pengelola gedung sudah diberi teguran untuk segera mengurus sertifikat laik fungsi (SLF),namun yang mendaftar baru sekitar 119. Sedangkan. yang sudah selesai total sekitar 50-an.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna mengimbau kepada pengelola gedung tinggi agar pengurusan SLF tidak dilakukan satu konsultan. Sebab kasus tiap gedung berbeda.

“Jangan diurus satu konsultan, dan jangan sampai ada yang mengarahkan hanya satu nama saja,”ujar Ayu, Senin (27/6/2022).

Politisi perempuan Partai Golkar ini juga mengingatkan, bahwa rekomendasi pengurusan SLF jangan berupa penunjukan. Sebab hal yang demikian dinilai tidak benar. Bahkan, sia berjanji akan melayangkan protes keras bila terjadi penunjukan secara subjektif.

“Jangan sampai akhirnya yang disetujui hanya penunjukan dari seseorang dalam tanda kutip yang sebenarnya (kami) sudah tahu pemainnya siapa,”ungkap Ayu.

Lebih jauh, Ayu menuturkan di Surabaya banyak konsultan yang pintar, baik dari kampus ternama negeri maupun swasta, yang sudah tersertifikasi. Maka, soal SLF ini, Komisi A menginginkan tidak ada yang bermain di belakang.

“Dia betul-benul ahlinya tentang SLF di daerah Gresik, di daerah Pasuruan. Artinya bukan orang itu yang sekarang ini dipaksakan untuk ditunjuk mengurus SLF. Sedangkan kita, dewan sudah benar-benar membantu pemkot,” tandas dia.

Ayu menegaskan, agar pengurusan SLF cepat kelar, maka jangan ada penunjukan salah satu konsultan. Biar tidak terkesan ada permainan.

“Ini justru kita akan cari siapa orangnya? Maka dari itu saya bilang jangan satu konsultan kalau mau cepat beres di Surabaya ini, “pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Reses, Sukadar Ingatkan Warga Putat Gede Masuk SD dan SMPN Tidak Dipungut Biaya

Baud Efendi

Pernah Digagas Lawan Politik, Walikota Eri Jalankan Program Berkantor di Kelurahan

RedaksiKBID

KPU Surabaya Beri Waktu Parpol Lengkapi Berkas Bacaleg hingga 31 Juli

RedaksiKBID