
KAMPUNGBERITA.ID
Pemenang Kejurcab Orado Surabaya 2026 dipastikan akan mewakili Kota Surabaya pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim yang rencananya akan digelar di Kota Pahlawan, 5 April 2026.
Kepastian ini disampaikan
Ketua Umum Pengcab Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Surabaya Rio Gahari. Menurut dia, siapapun pemenang Kejurcab ini akan mewakili Kota Surabaya di ajang Kejurprov Jatim. Jika juara di Kejurprov akan menjadi wakil Jatim di Kejurnas yang digelar di Bogor, 25 April 2026. “Sabtu (28/3/2026) kita juga telah menyelesaikan Kejuaraan Junior U-14 hingga U-17 dan sudah ada pemenangnya,” ujar dia.
Lebih jauh, Rio menjelaskan, bahwa Kejurcab ini sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga domino yang profesional dan berprestasi di Surabaya. Sehingga nantinya mampu menelorkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi (Kejurprov) maupun nasional (Kejurnas).
Tak lupa, Rio juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang sudah bekerja keras demi suksesnya penyelenggaraan Kejurcab 2026 ini. Karena itu tak heran, jika penyelenggaran Kejurcab Orado Surabaya ini yang terbaik se-Indonesia. “Terus terang persiapan untuk Kejurcab ini sangat mepet sekali karena benturan dengan Lebaran,”jelas dia.
Rio menegaskan, terselenggaranya Kejurcab ini adalah langkah konkret dan komitmen dari teman-teman pengurus, bahwa Orado Kota Surabaya harus muncul ke permukaan.
Kemudian, Rio sedikit bercerita awal dirinya bergabung dengan Orado pada Januari 2026. Ketika menghadiri deklarasi PB Orado di Jakarta, dia menilai luar biasa. Karena dihadiri 38 provinsi dan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. “Awalnya saya juga bingung. Orado ini apa sih? Oh domino. Semula ketika saya melihat domino oh gaple, tapi ketika dibungkus dengan federasi olahraga yang seperti ini, saya jadi kaget. Apalagi banyak tokoh, artis, dan dari kalangan pemerintahan yang bergabung di Orado. Dari sini saya melihat, ini langkah konkret yang memang domino ini wajib untuk naik kelas. Jadi saya sangat bangga ketika harus bergabung di Orado,”terang dia.
Lebih jauh, Rio menjelaskan, ketika PB Orado melihat Jatim adalah barometer, yang mana sebagai tolok ukurnya bahwa Orado Jatim mungkin yang terbaik mulai dari acara Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), training wasit, dan lain sebagainya. Bahkan, Rio juga optimistis bahwa Jatim menaruh harapan besar Pengcab Orado Kota Surabaya menjadi pengurus cabang (Pengcab) terbaik di Jatim.
“Jadi esensi Kejurcab ini bagi saya bukanlah kemewahan karena acaranya di gelar di mal (Ciputra World ) atau karena pesertanya membludak, tapi esensinya bagaimana kita bisa menciptakan atlet-atlet terbaik untuk mewakili Surabaya di Kejurprov maupun Kejurnas. Ini harapan besar dari saya dan pengurus. Jadi bukan ketua umumnya atau pengurusnya yang harus terkenal, tapi atlet dari Surabaya itu yang harus terkenal,” tandas dia.
Rio melihat pergerakan dari pengurus yang masif melakukan sosialisasi setiap Minggu, terkait aturan-aturan yang ditetapkan PB Orado, ini juga bentuk langkah Orado Surabaya yang siap berkompetisi di tingkat nasional. “Karena saya melihat di domino ini banyak sekali aturannya.Tapi ketika sudah kita patenkan dengan satu aturan, harapannya aturan tersebut menjadi kiblat kita nantinya,” ungkap dia.
Dia menyebut ketika berdiskusi dengan Dewan Pembina Pengcab Orado Kota Surabaya, Arif Fathoni, dirinya sepakat stigma negatif soal domino itu harus dihilangkan. Karena itu, dia berharap pergerakan dari pengurus yang melakukan sosialisasi aturan secara masif akan membawa dampak positif bagi perkembangan Orado Kota Surabaya, dan cabor domino khususnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi mengucapkan selamat atas terselenggaranya Kejurcab Orado di Surabaya.
Untuk itu, dia atas nama Pemkot Surabaya berpesan, pihaknya siap membuka diri dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat Surabaya, termasuk dengan cabang olahraga. “Kami berpesan untuk meningkatkan komunikasi yang baik. Jangan ada gesekan di dalam organisasi karena organisasi itu akan rusak jika komunikasinya kurang baik. Jadi berkomunikasilah dengan baik,” ujar dia.
Heri menambahkan, Disbudporapar siap menerima dan berkolaborasi karena pemerintah tidak ada artinya tanpa kolaborasi. “Kami membutuhkan para generasi muda yang inovatif dan menghilangkan stigma negatif tentang domino,” imbuh dia.
Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom menyampaikan, pihaknya merasa senang ada upaya olahraga domino bisa naik kelas. Meski demikian, dia berpesan agar domino ini tetap tumbuh dan berkembang di
grassroot atau akar rumput karena basicnya memang di situ. “Saya berharap ke depan olahraga domino ini lebih berkembang dan yang tak kalah penting adalah berkelanjutannya (kompetisi). Karena, itu akan memastikan bahwa Orado tetap ada di Surabaya, tetap berprestasi,” ujar dia.
Lebih jauh, Arderio menyebut Orado ini tidak ada manuver gerakan tambahan yang dikhawatirkan tentang judi. Karena apapun olahraganya, kalau niatnya baik, maka out put-nya juga akan baik. “Jadi domino ini memang bukan untuk judi. Olahraga apapun pasti arahnya akan ke sana. Semoga ke depan Orado semakin berkembang di Surabaya, apalagi sudah ada di tangan orang-orang yang tepat. Saya yakin, Orado akan sesuai jargonnya, akan naik kelas,” tandas dia seraya meminta kepada para peserta Kejurcab bisa memberikan kabar baik di daerah masing-masing, bahwa domino bukan untuk judi, tapi olahraga prestasi.KBID-BE

