KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Olahraga Surabaya Teranyar

PB Orado Puji Setengah Mati Penyelenggaraan Kejurcab Orado di Surabaya, Giri: Keren, Luar Biasa!

Ketua Harian PB Orado, Giri Bayu Kusuma.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID
Ketua Harian Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB Orado), Giri Bayu Kusuma memuji penyelenggaran Kejurcab Orado Surabaya 2026 yang digelar V-Junction Lt.3 Ciputra World Surabaya, Minggu (29/3/2026), dan diikuti 32 tim.

Sejauh ini, menurut penilaian Giri, penyelenggaraan Kejurcab di Surabaya adalah yang paling keren. Bahkan, dia mengaku sudah mengirim ke grup WhatsApp (WA) PB Orado. “Semua bilang Surabaya top penyelenggaraannya. Saya apresiasi pengurusan Pengcab Orado Kota Surabaya dan seluruh panitia,”ujar dia.

Soal keterlibatannya di olahraga domino, Giri yang memimpin futsal lebih dari 10 tahun di Jatim, dengan jujur mengaku semula sempat kaget, ketika dirinya diminta untuk menjadi pengurus PB Orado. Bahkan, dia sempat bilang, apa sih domino itu, olahraga atau apa. Aneh.

“Sudah dijelaskan bahwa domino itu bukan judi. Makanya memintarkan Indonesia adalah slogan Orado,”ungkap dia.

Lebih jauh, dia menyampaikan bahwa domino adalah olahraga. karena menurut Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022, olahraga itu adalah pikiran. Bukan hanya fisik, tapi pikiran juga menjadikan olahraga.
Slogan-slogan yang dibuat Orado tujuan dan visinya adalah memintarkan Indonesia, kemudian domino naik kelas. Meski demikian, dia setuju grassroot jangan dilupakan.

“Sebenarnya naik kelas itu bukan hanya kita ini mulai dari pos ronda lari ke mal, bukan. Tapi dari permainan masyarakat di desa-desa, kita ingin menaikkan kelas menjadi sebuah olahraga prestasi. Olahraga yang dikompetisikan di kejuaraan, baik tingkat cabang (kabupaten/kota), provinsi maupun nasional, bahkan internasional. Itu adalah domino yang ikhlas,”tandas dia.

Giri juga ingin pada penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 nanti, domino bisa dieksebisikan. Bahkan, dia percaya Orado segera menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengingat semua persyaratan sudah terpenuhi. Di antaranya, adalah digelarnya Kejurcab ini, bahkan nanti ada Kejurprov dan Kejurnas.
“Saya juga kaget, 7 Desember 2025 kita mendeklarasikan Orado, kemudian 1,5 bulan sudah terbentuk kepengurusan di 38 pengprov dan 309 Pengcab di seluruh Indonesia. Ini sudah memenuhi syarat, salah satu persyaratan dari PB PON,” tandas dia.

Yang menarik, lanjut dia, ternyata Ketua Orado di masing-masing daerah bukan kaleng-kaleng, tidak asal comot. Tapi memang sosok yang memiliki semangat untuk mengembangkan olahraga domino. Ada Ketua Pengprov Orado dari kalangan pengusaha, anggota DPRD RI, HIPMI, KADIN, dan bahkan pengusaha- pengusaha besar lainnya. “Ini potensi yang luar biasa di domino,” tegas dia.

Selain memintarkan Indonesia, lanjut Giri, Orado juga memiliki tagar slogan efek domino. Artinya adalah bagaimana kegiatan domino ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru. Giri mencontohkan dengan adanya Orado, tiba-tiba ada perajin-perajin atau usaha-usaha untuk membuat meja, kaos, merchandise dan lain sebagainya. Ini menumbuhkan perekonomian dan UMKM.

Selain itu, juga membuka lapangan kerja. Menurut dia, Orado ini sudah mencoba dalam menyusun program benar-benar bagaimana ini profesional olahraga. Karena tujuan dari efek domino, Orado ingin domino menjadi olahraga industri. Di antaranya pengembangan UMKM dan lapangan kerja.

Lapangan kerjanya dimana? Giri menuturkan ada di perangkat pertandingan. Jadi Orado enggak sembarangan karena ada training wasit. Saat ini sudah ada 20 provinsi mengadakan training wasit. Bayangkan kalau satu provinsi rata-rata 25 orang. Maka seluruh Indonesia ada 500 wasit yang ditraining. Artinya Orado sudah membuka 500 lapangan kerja. Ini baru tingkat provinsi. Untuk itu, Orado mendorong agar olahraga domino  lebih profesional dan tertata. “Kita punya aturan yang namanya The Law of Dominion 101. Jadi kita butuh perangkat pertandingan. inilah lapangan pekerjaan baru,” tandas dia.

Giri menambahkan, lapangan pekerjaan baru semakin banyak jika kota/kabupaten ada training wasit lagi. Misalnya satu kelurahan ada 10 wasit pertandingan. Di Indonesia ada 8.000 desa. Artinya akan ada 80.000 lapangan pekerjaan baru yang tersedia. “Jadi Orado ini sudah memikirkan jauh ke depan. Bukan hanya PON, kita juga sudah merencanakan masuk Sea Games. Kita akan membentuk Asosiasi Domino Asia Tenggara, dan itu sudah ada jalurnya. Kita sudah menghubungi teman-teman minimal di Asia Tenggara dulu, kemudian Asia, bahkan nanti tingkat dunia. Jadi Kejurcab ini kita persiapkan untuk ke Kejurnas,” terang dia.

Terkait usulan Dewan Pembina Orado Kota Surabaya, Arif Fathoni agar Kejurnas yang digelar di Bogor 25 April 2026 dipindah ke Surabaya, Giri menegaskan, PB Orado belum bisa memenuhi karena pihaknya sudah menetapkan Bogor sebagai tuan rumah Kejurnas 2026. Namun demikian, Giri berjanji akan membawa Kejurnas ke Surabaya (Jatim) kemungkinan tahun depan (2027). “Pengurus PB Orado banyak orang Jatim. InsyaAllah tahun depan Kejurnas akan kita bawa ke Jatim,” tegas dia.

Dia berharap semua nanti bisa hadir di Kejurnas yang konsepnya sudah mengikuti internasional dan pasti lebih keren. Lebih kurang seperti Kejurcab di Surabaya. “Ini sudah keren, tapi Kejurnas nanti pasti lebih keren dan bisa streaming di YouTube karena kita akan live. Jadi ada live di sebuah panggung dan disorot video di sana-sini,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Gerindra Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, Fadli Zon: Belum Ada Komunikasi Politik

RedaksiKBID

Komisi B Apresiasi Penyegelan Lawson Embong Malang oleh Satpol PP Surabaya

RedaksiKBID

Gemakan Spirit Bumi Mojopahit di HUT ke-104 Kota Mojokerto, Gubernur Khofifah dan Ning Ita Gowes Bareng Ribuan Warga

RedaksiKBID