KampungBerita.id
Headline Kampung Gaya Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pramuka Surabaya Ukir 3 Rekor Dunia MURI, Eri Cahyadi Teteskan Air Mata saat Momen Basuh Kaki Orang Tua

Pramuka Surabaya mengukir tiga rekor dunia MURI. Tampak Eri Cahyadi, Siti Mariyam dan Armuji menunjukkan penghargaan dari MURI.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Surabaya mencetak sejarah. Tiga kegiatan spektakuler anggotanya resmi dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia.

Kegiatan berlangsung serentak Jumat-Sabtu, 19-20 Juni 2026. Puncak acara dipusatkan di lapangan parkir Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan dilaksanakan secara serentak di empat wilayah Kota Surabaya serta seluruh gugus depan se-Kota Surabaya.

Rekor pertama, peragaan semafor massal dengan 41.337 anggota Pramuka. Gerakan isyarat bendera dilakukan serentak dengan formasi rapi.

Rekor kedua, pengukuhan 65.000 anggota golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega menjadi Pramuka Garuda. Jumlah ini menjadi pengukuhan Garuda terbanyak dalam satu waktu.

Rekor ketiga sekaligus puncak acara, ritual membasuh kaki orang tua yang diikuti 130.500 anggota Pramuka. Aksi bakti ini menjadi rekor dunia kategori peserta terbanyak.

Perwakilan MURI, Yusuf Madani mengapresiasi semangat adik-adik Pramuka Surabaya dan menyatakan seluruh kegiatan sudah diverifikasi dan layak masuk catatan rekor dunia. “Ini bukti Pramuka Surabaya hebat, Indonesia kuat. Wani, wani, wani!”tegas dia.

Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Surabaya,  Siti Mariyam mengaku bersyukur acara besar hasil gotong royong wali murid ini berjalan lancar. Dia mengajak adik-adik bangga jadi Pramuka dan mengambil semangat “api berkobar” Bung Karno yang wafat 20 Juni dan lahir di Surabaya. “Jangan kau ambil abunya, tapi ambillah semangat Sang Proklamator. Banggalah pada Pramuka, berkaryalah bersama Pramuka, dan jadilah Pramuka yang cerdas. Mudah-mudahan diridhoi Allah SWT,”jelas dia.

Siti Mariyam menegaskan, terselenggaranya acara spektakuler yang melibatkan ratusan ribu peserta, semua murni gotong royong wali murid. Tidak ada tendensi atau kepentingan bisnis apapun. “Kalau kakek nenek kita berperang melawan Belanda, kalau BNN perang dengan narkoba, maka Pramuka juga perang yang merusak generasi penerus,” tegas dia.

Adegan membasuh kaki orang tua yang membuat peserta terharu, bahkan meneteskan air mata.@KBID-2026.

Dia menambahkan, bukan hanya BONEK yang wani, Pramuka juga wani karena wani berkarya,” ucap dia.

Di momen tersebut, Siti Mariyam juga memohon langsung ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Surabaya agar dihadiahi bumi perkemahan untuk kegiatan Pramuka. “Jangan sampai Pramuka menjadi pendidikan monoton, membosankan, kurang inovatif karena kurang prasarana tersebut. Halaman sekolah penuh parkir, keluar kota susah. Tolonglah kami, berikan bumi perkemahan untuk tunas-tunas bangsa berkarya,” pinta dia.

Permohonan itu langsung direspons Eri Cahyadi. Dia memastikan Pemkot sudah menyiapkan lahan bumi perkemahan baru di wilayah Jeruk. “Soal permintaan bumi perkemahan, kita sudah siapkan. Insyaallah kalau sudah selesai kita bisa mengadakan acara di sana,” jelas dia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Siti Mariyam dan Armuji ikut semafor.@KBID-2026.

Eri Cahyadi juga terharu, bahkan sempat meneteskan air mata saat menyaksikan adegan ritual basuh kaki orang tua. “Saya matur nuwun Bunda Siti Mariyam. Sehebat apapun kota ini, kalau anak tidak berbakti ke orang tua, kalau anak tidak menjadi anak saleh dan shalihah, maka tunggu hancurnya Kota Surabaya. Ridho Tuhan selaras ridho orang tua. Nilai ini diajarkan semua agama dan Pramuka memberi contoh nyata,” tegas dia.

Eri Cahyadi berharap dengan bumi perkemahan baru, kegiatan Pramuka dan program Kampung Pancasila bisa lebih masif membentuk generasi Surabaya yang berkarakter sejak dini hingga dewasa. KBID-BE

Related posts

Insiden Jalan Gubeng Ambles, Awey Nilai Perlu Dibentuk Satgas Antimakelar Perizinan

RedaksiKBID

Darurat Narkotika di Kalangan Pelajar Surabaya, Johari Mustawan: Penguatan Peran Keluarga untuk Optimalkan Pencegahan Narkoba

Baud Efendi

Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polresta Sidoarjo Perketat Pengamanan

RedaksiKBID